upload_78.jpg Waktu aku masih kecil, dirumah orang tua ku .. ada orang dari suku Daya, Madura, China (Tiong Hoa), Jawa, Bugis, Padang, Aceh dan Sunda .. dengan agama yang beragam pula seperti Islam, Kristen Katolik dan Budha. Jadi sejak kecil, aku sudah merasakan alam Indonesia yang sejati – dengan keberagamannya – di rumah orang tua ku. Dulu aku menganggap rumah orang tua ku adalah miniaturnya Indonesia.

Mereka adalah orang2 yang tinggal di rumah orang tua ku – silih berganti. Ada anak angkat, anak asuh, pegawai orang tua yang tinggal dirumah, adik ipar orang tua ku dan handai taulan yang ada disekitar / lingkungan tempat tinggal kami yang ikut tinggal bersama. Makanya tidak sulit bagi ku – dikemudian hari – untuk menerima segala perbedaan kultur dan agama yang ada saat ini.

Apalagi setelah aku besar dan melanglang Indonesia .. sahabatku dan mantan2 pacarku berasal dari seluruh suku di Indonesia. Dengan latar belakang yang berbeda2 pula. Ada anak Gubernur, anak PNS, anak tentara, anak polisi, anak wartawan, anak guru, anak pedagang kecil, anak supir, anak tukang jahit dan lain sebagainya serta prestasi yang beragam pula. Ada yang menjadi siswa teladan, jebolan pesantren, anggota paskribaka, penyiar TV / Radio, guru, dokter, insiyur, ekonom, PNS, pemabuk, hidup bebas, juara kelas, perilaku sex under cover dan lain sebagainya .. semua adalah teman2ku.

Dengan demikian membuatku – semakin – tidak bermasalah untuk menerima segala perbedaan yang ada. Membuat ku bersyukur karena Allah memberikan pelajaran hidup buat ku melalui mereka. Aku bisa tahu mana yang benar dan mana yang salah. Aku bisa paham tentang rasa dendam dan ikhlas. Aku bisa mengerti tentang kebaikan dan kemunafikan. Terima kasih sahabat ku. Tanpa kalian aku bukanlah apa2. Kita berbeda .. tapi tetap satu dalam tali persahabatan. Tetaplah jadi sahabat2 ku yang sejati.

Iklan