jakarta_02.jpg Jum’at sore, 7 September 2007, pukul 15:38 WIB, aku mendapat SMS dari saudara ku yang sedang menuju ke Stasiun Gambir. “Aku terjebak macet nih. Tolong lihatkan jadwal keberangkatan kereta api dong.” Aku langsung melihat jadwal kereta jurusan Jakarta – Madiun disini. Ternyata hanya ada dua keberangkatan yaitu KA Bima jam 17:00 WIB dan KA Gajayana jam 17:30 WIB dengan status tiket masih ada 2 tempat duduk. Aku langsung kontak kembali saudara ku untuk menyampaikan informasi tersebut sambil bertanya posisi-nya saat itu. Wadoh !! .. dia masih disekitar Pondok Indah .. Apalagi sore itu, jalanan macet dimana2 karena ada pemblokiran jalan tol serta ada pintu tol yang komputernya rusak sehingga harus membayar secara manual. Belum lagi hujan yang mulai turun sore itu membuat Jakarta sukses dengan kemacetannya dimana2.

Satu jam kemudian, 16:38 WIB, saudara ku bilang .. posisi-nya sudah di Buncit .. hmm, tinggal 22 menit untuk mencapai Gambir dengan kondisi Jakarta seperti itu rasanya perlu mukjizat. Aku langsung mencarikan alternatif kedua .. yaitu naik kereta yang lebih malam dengan tujuan Jogjakarta atau Surabaya. Sayang sekali. Semua tiket sudah habis terpesan. Yang tersisa hanya tiket berdiri .. lumayan juga ya kalo berdiri dari Jakarta sampai Madiun hehehe.

Aku kemudian coba cari alternatif ketiga .. yaitu naik pesawat. Travel biro yang kebetulan terletak di depan kantor ku, langsung aku kontak untuk reservasi buat hari itu antara jam 19:00 s/d 22:00 tujuan Surabaya. Beberapa menit kemudian aku dapat kabar ..
“Semuanya full Pak. Jadi, bagaimana?” kata mbak Travel bertanya
“Ya, udah deh mbak. Terima kasih ya mbak,” dan aku mulai muter otak lagi buat nyari alternatif keempat.

Jam 17:25 WIB .. Saudara ku mengabari bahwa dia sudah sampai di Stasiun Gambir. Aku kemudian langsung katakan bahwa masih ada waktu 5 menit buat naik KA Gajayana. Mujur tak dapat diraih. Malang tak dapat ditolak. Dia tetap tidak bisa berangkat karena tiket semuanya sudah habis. Dengan nelangsa dia hanya bisa menatap tulisan HABIS di setiap loket yang ada. Akhirnya dia pasrah dan tidak tahu mesti bagaimana. Aku juga speechless.

Ditengah2 kebingungan .. seorang Satpam menghampiri saudara ku dan bertanya “Bapak mau kemana?,”
“Saya mau ke Madiun .. tapi tiket sudah habis. Kemudian saya coba cari tiket yang jurusan Surabaya atau Jogjakarta, ternyata tiketnya juga habis,” kata saudara ku pasrah.
“Kalau begitu .. kebetulan. Seorang ibu tidak jadi berangkat karena keluarganya terjebak macet di jalan. Padahal tiket sudah dibeli 5.” kata Pak Satpam sambil menunjuk ke seseorang yang sedang duduk tak jauh dari saudaraku dengan wajah yang sedih dan gundah.
“Ini ada tiket Gumarang ke Surabaya. Saya cuma bantu ibu itu agar tiket2 ini bisa terjual kembali.” jelas Pak Satpam kembali.

Akhirnya, Saudara ku membeli tiket tersebut seharga Rp.210 ribu .. sama dengan yang di loket. Dan kemudian ada 2 orang lainnya, seorang anak muda dan seorang kakek2 juga membeli tiket tersebut. Sementara si ibu masih terduduk lemas dengan wajah berharap ada yang mau membeli sisa tiket yang ada. Waktu tinggal 30 menit lagi. Diluar stasiun .. hujan makin deras. Macet tetap belum teruraikan.

Iklan