kalig-co034.jpg Karena aku ingin Tuhan-ku hanya satu. Aku tak dapat membayangkan .. seandainya Tuhan-ku itu lebih dari satu. Kepada Siapa aku harus meminta. Kepada Siapa aku harus memohon. Dan kepada Siapa pula aku harus menggantungkan seluruh hidup ku? .. Dari 114 surah yang ada di dalam Al Qur’an, surah Al Ikhlas adalah landasan keimananku tentang mengapa Tuhan itu satu. Tidak lebih.

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah Tempat meminta segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.”

(ayat 1 sd 4) .. Ayat ini memiliki kekuatan yang dahsyat dalam menjalani hidup ku hingga saat ini. Disamping itu .. aku yakin Allah Maha Pengampun. Sehingga jika kita mau bertobat, Insya Allah akan dikabulkannya kecuali satu .. yaitu

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”

(Surah An Nisaa ayat 48) Firmannya tersebut diulang kembali pada surah yang sama di ayat 116 :

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.”

Selanjutnya dalam Surah Az Zumar ayat 1 s/d 3 dikatakan :

“Kitab (Al Qur’an ini) diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.”

Iklan