Tonsilitis.jpg Hari ini, enam tahun yang lalu, 24 Nopember 2001 pukul 07:00 WITA, aku terbaring diatas tempat tidur yang didorong menuju kamar bedah. Pagi itu, untuk pertama kali dalam hidup ku, aku mengalami peristiwa pembiusan total karena aku akan menjalani operasi pemotongan amandel. Sebenarnya – untuk operasi “kecil” ini – dapat dilakukan hanya dengan pembiusan lokal. Hanya saja, karena ini merupakan pengalaman pertama aku dioperasi maka aku lebih memilih untuk dibius total. Tentunya pengalaman ini, tak ingin aku lewati begitu saja.

Ketika proses anestesi berlangsung, aku mencoba untuk “melawan” agar tetap sadar dan yakin bahwa aku ga mempan dibius. Karena, selama ini, aku sering membaca berita tentang pembiusan dan bertanya dalam hati : “Apa iya, begitu gampangnya orang dibius??” .. Tapi belum sampai hitungan sepuluh, aku sudah ga sadarkan diri hahaha 🙄 usaha yang sia2. Dan kini aku percaya tentang pembiusan. Begini toh rasanya dibius.

Keputusan melakukan operasi amandel di usia senja 😦 merupakan keputusan yang terpaksa. Karena sebenarnya aku ogah amandel ku di potong. Bukannya apa2. Karena bagi ku amandel itu fungsinya seperti saringan. Jika saringan dibuang. Kemana lagi kuman2 yang masuk bisa disaring. Begitu kira2 bahasa awamnya. Tapi karena sepanjang tahun 2001 itu aku sudah terpapar radang tenggorokan tiga kali dan makan antibiotik juga tiga kali, tentu akan mengakibatkan ginjal ku kerja keras.

Begitu serangan radang tenggorokan yang ke empat, aku menyerah. Lebih baik aku menyerahkan amandel ku dari pada ginjalku. Tentu keputusan ku memotong amandel membuat rekan2 di kantor terheran2 .. karena selama ini, yang bermasalah dengan amandel itu anak kecil .. Oya!! .. emangnya orang tua ga boleh?? Yang pasti .. pada saat siuman, aku merasa seperti baru bangun dari tidur panjang dan sempat kaget begitu melihat aku terbaring di kamar rumah sakit.

Beberapa menit kemudian, aku baru sadar bahwa tadi pagi aku berada di kamar bedah. Dan itu berarti .. operasi telah berjalan lancar. Keluarga ku semua tersenyum ketika melihat aku sudah sadar. Dan buru2 bertanya : “Gimana rasanya sekarang??” .. Opps, aku ga merasakan apapun ditenggorokan ku. Sudah tidak ada tonsil lagi dikerongkongan ku sejak enam tahun yang lalu.

Iklan