Ketika ku-sujud-kan kepala ku disajadah .. kusadari begitu banyak nikmat yang telah Kau berikan kepadaku selama ini, ya Khalik. Kehidupan yang baik, phisik yang sempurna, karir yang mapan, kesehatan yang prima dan berjuta-juta kenikmatan lainnya yang tak dapat kutuliskan.

Tapi mengapa .. hati ini selalu saja berpaling. Lebih banyak diisi dengan hal-hal duniawi. Hati ini penuh dengan kesibukan2an sehingga tidak ada ruang kosong buat-Mu .. Yang Maha Pengasih.

Ruang hati ku terasa penuh sesak sehingga tak sanggup lagi menghadirkan Engkau karena terlalu terbius dengan tepuk tangan dan decak kagum atas karunia yang sebenarnya berasal dari Mu ya Rahim.

Tapi .. Engkau tetap menolongku dikala teman-teman sibuk dengan kegiatannya masing-masing .. dikala orang-orang yang kucintai pergi satu persatu .. dikala kerabat dan handai tolan tenggelam dengan masalah mereka masing-masing.

Engkau tetap hadir .. Engkau tetap menolong dengan segala Rahman-Mu, Rahim-Mu, Rahmat-Mu .. kau berikan aku cinta-Mu yang tiada tara. Tapi kubalas dengan meninggalkan-Mu.

Aku menengadah .. air mata terus mengalir deras membasahi sajadah. Aku tahu itu tidak dapat menghilangkan kesalahan ku. Aku paham .. Engkau akan menerima ku ketika aku mulai membuka ruang buat Mu.

Ku biarkan sebagian ruang hati kosong .. agar Engkau dapat bersemayam disana untuk terus membimbing ku.

Tulisan ini ku tulis kembali dari sini pada 12 Oktober 2006

Iklan