save0022.jpg Tak seperti biasanya, koran Jawa Pos yang ku beli di lampu merah simpang terminal Damai menyisipkan tabloid UJARETAM yang diterbitkan oleh Tim Publikasi Rakernas III Hidayatullah di Samarinda. Tabloid yang terdiri dari 8 halaman tersebut langsung menarik perhatianku karena isinya seputar pelaksanaan Rakernas tersebut, salah satunya kolom serba serbi. Cukup menarik sehingga ku putuskan untuk ku posting disini.

Siang kemarin ada beberapa peserta Rakernas yang berdiri terbengong2 di depan meja hidangan prasmanan, karena sudah kehabisan lauk. “Wah, kita terlambat datang,” kata peserta itu kepada temannya.

Salah seorang di antara mereka ada yang kemudian mengambil nasi sambil mencoba mengais piring tempat lauk yang semula berisi potongan ayam goreng. Tapi yang dia dapat tinggal tulang belulangnya saja. Dari piring bekas hidangan udang, juga cuma tersisa sambalnya saja. “Ya sudah, kita ambil yang tersisa itu saja,” katanya sambil mengais sambal.

Peserta tersebut kemudian duduk di lantai ruang makan. Sebelum menyuap makanannya, peserta itu sempat melihat piring2 bekas saudaranya makan. Eh, ternyata banyak piring yang masih ada makanannya di situ.

Ada piring yang masih berisi potongan ayam yang tidak habis dimakan. Piring lain masih menyisakan sekitar empat potong udang beserta sayur yang masih melimpah. Bukankah itu piring mereka yang semalam khusyuk menjalankan shalat lail?

Iklan