showletter14.jpgSiapa pun tidak ingin hidup terpisah. Apalagi harus berpisah dengan orang2 tercinta. Pasangan hidup (istri/suami), anak, orang tua, saudara dan sebagainya. Tapi takdir sering mengantarkan kita ke posisi seperti itu. Hidup terpisah. Mulai dari perpisahan kecil2an seperti tugas ke luar kota dalam beberapa hari .. sampai ke perpisahan tragis akibat perperangan. Sehingga moment pertemuan dua orang bersaudara yang terpisah sekian puluh tahun – karena negaranya terbelah menjadi dua – dapat menguras air mata. Belum lagi cerita perpisahan yang dipaksakan. Seperti seorang bayi yang baru lahir langsung diberikan kepada orang lain. Sehingga pernah ku baca di koran, bagaimana seorang yang dilahirkan di Jawa Timur – sejak bayi sudah diadopsi oleh sebuah keluarga di Eropa – berusaha mencari orang tua kandungnya.

Mungkin apa yang ku alami belum se dramatisir seperti terpisahnya ibu dan anak itu .. aku cuma terpisah dari keluarga ku untuk sementara karena dimutasi ke Balikpapan. Sama seperti yang dialami rekan2 sekerja yang kebetulan terpisah dari keluarga karena dimutasi ke kota lain. Sementara keluarga tidak ikut pindah dengan berbagai alasan. Yang pasti .. hidup terpisah, adalah jalan hidup yang harus dijalani dan berikut beberapa kemungkin terjadi karena hidup berpisah.

Pertama
Jika tidak ingin hidup terpisah, maka harus mengajak seluruh keluarga untuk ikut pindah. Biasanya .. hal ini terjadi pada pasangan yang istrinya merupakan ibu rumah tangga saja. Repotnya .. hanya pada masalah pengurusan kepindahan sekolah anak2 terutama untuk yang belum kuliah. Belum lagi masalah perbedaan standar mutu sekolah. Jika tidak dimungkinkan untuk pindah atau keluarga keberatan, mungkin jalan terbaik, menolak dimutasikan atau mundur dari perusahaan jika kita sudah mapan.

Kedua
Hidup terpisah, tapi masih tetap sering berjumpa secara rutin. Misalnya seminggu sekali atau dua minggu sekali. Hal ini – biasanya – terjadi jika jarak mutasinya tidak begitu jauh. Misalnya Jakarta Bandung atau Surabaya Malang. Keluarga masih tetap di kota semula walaupun kita sudah dimutasi ke kota lain.

Ketiga
Hidup terpisah dan jarang pulang. Minimal pas liburan hari raya saja. Umumnya terjadi jika suami istri bekerja. Dan karir istri juga ga bisa dilepas begitu saja. Karena akan menganggu stabilitas dan ketahanan rumah tangga .. hehehe .. kondisi ini cukup rawan untuk kelangsungan rumah tangga. Diperlukan ketangguhan iman yang kuat. Serta menebalkan telinga. Karena sering beredar rumors dan gosip yang ga enak.

Ada kemungkinan yang lain?? Monggo silaken berbagi pengalaman bagi yang pernah mengalami hidup terpisah .. khusus hanya untuk yang sudah berkeluarga loh 😉

*lirik teman2 yang masih nge-jomblo*

Iklan