Masih ada waktu untuk berkata. Walaupun nyawa tinggal setarikan napas. Masih ada ruang untuk berkata. Walaupun tidak ada yang berkunjung. Masih ada kesempatan untuk berkata. Walaupun tidak ada yang mengindahkan.

Seorang teman diam. Bukan karena tidak ingin berkata. Karena dia tak tahu harus berkata apa.
Seorang teman diam. Bukan karena tidak ingin bertanya. Karena tidak tahu apa yang harus ditanyakan.
Seorang teman diam. Bukan karena jasad tinggal belulang. Karena dia tak ingin katanya membinasakannya.
Seorang teman diam. Bukan karena diam. Karena dia mati.

Kata .. dapat ditulis dimana saja. Diatas kertas. Diatas kain. Diatas karpet. Diatas dinding. Diatas papan. Diatas tubuhmu. Diatas sana ..

Kata .. dapat diucapkan kapan saja. Ketika bertanya. Ketika menjawab. Ketika berkeluh kesah. Ketika bicara didalam hati. Ketika marah. Ketika sepi ..

Kata .. telah mengubah dunia. Dunia ketika diciptakan. Masih diisi oleh suara2 fauna dengan bunyi2 anehnya. Suara2 flora yang bergesekan oleh tiupan angin. Suara gemericik air. Suara deburan ombak. Suara desauan angin. Suara2 alam ..

Kata .. telah membakar dunia. Karena kata bisa melahirkan salah pengertian. Karena kata bisa melenakan jiwa. Karena kata bisa mencuri cinta. Karena kata semua mengerti. Karena kata semua tidak mengerti. Karena kata aku pun menulis kata dan kemudian

KU LETAK KAN KATA DISINI

*Selamat hari raya Idul Adha .. mengenang keimanan Nabi Ibrahim*

Iklan