christmas-copy.jpg Hari ini, aku seharian dirumah aja. Males mau kemana2. Jalanan – mungkin – sepi. Karena hari ini teman2 ku yang nasrani sedang merayakan – konon – hari lahir Nabi Isa Almasih. Ada teman2 ku yang lain, yang seiman dengan ku, melarang untuk memberi ucapan selamat. Tapi sebagian lagi yang lainnya .. tidak mempermasalahkan. Apapun itu – bagi ku – kembali kepada keimanan kita masing2 yang penting .. hidup terus berjalan. Dan kita jaga rahmat alam semesta ini dengan damai. Memanfaatkan sumber daya alam dengan sebaik2nya sesuai amanah manusia diciptakan-Nya.

Acara televisi dipenuhi dengan jingle2 pujian. Lonceng2 dan lampu warna2 juga menghiasi kota. Oya .. hari ini, aku masih di Jakarta sampai awal tahun baru nanti. Hujan sore, tidak membuat Jakarta kehilangan daya magis-nya. Ada dua SMS masuk dari teman2 jauh .. isinya : “Selamat Natal dan Tahun Baru 2008” .. hmm, aku tertegun sejenak. Apa mereka ga salah. Apa mereka lupa atau apa mereka ga tahu tentang saya.

Ucapan itu – yang sedang jadi topik di blogsphere saat ini – memang sering bergandengan dengan ucapan tahun baru. Mungkin karena selisih waktunya cuma 7 hari. Jadi .. sering ucapan selamat tahun baru untuk seluruh masyarakat sering salah tujuan. But it’s ok .. saya tidak terlalu mempermasalahkan. Karena bagi ku .. iman ku tidak pernah berubah hanya cuma sebuah ucapan. Bukankah iman itu bukan soal kata2?? karena kata2 bisa dimanipulasi. Tapi keimanan tidak bisa.

Sehebat apapun kata2 seseorang. Sekeren apapun rangkaian kata2nya. Sedalam apapun pemahamannya soal agama. Tetap tidak menjamin kehebatan keimanan seseorang, jika dia merasa menjadi Tuhan. Karena keimananlah yang membuat Nabi Ibrahim tidak mempercayai berhala dan menyerahkan ‘anaknya’ untuk dikorbankan. Karena keimananlah yang membuat Nabi Ismail rela dikorbankan. Jadi bukan karena kata2. Karena saat itu Nabi2 yang lainnya belum ada.

Iklan