edmund-hillary.jpg “Kabar duka bagi dunia pendakian. Sir Edmund Hillary, pendaki gunung pertama yang berhasil menaklukkan puncak Gunung Everest meninggal pada usia 88 tahun di Wellington, Selandia Baru, Jumat (11/1) pagi waktu setempat. Ia meninggalkan seorang istri, tiga anak, dan enam cucu.” Demikian berita yang baru ku ketahui hari ini dari streaming video SCTV. Pikiranku terseret ke dua puluh tahun yang silam. Saat masih aktif di kelompok Pencinta Alam. Nama Hillary, sering menari2 dibenak ku, tentang semangat beliau mendaki puncak tertinggi di dunia. Pada waktu itu, informasi tentang beliau begitu minim ku peroleh. Maklum, TV belum sebanyak sekarang. Internet belum menjamur dan buku2 sulit didapat. Yang aku salut dengan Hillary adalah .. dia tidak saja menjadi seorang pendaki gunung tapi dia juga menjadi seorang aktivis kemanusiaan. Tidak banyak orang seperti beliau di dunia ini.

Sir Edmund Hillary dan seorang sherpa Nepal, Tenzing Norgay, menjadi orang pertama yang menaklukkan puncak gunung tertinggi dunia itu pada 29 Mei 1953. Kematian Hillary ini otomatis menghilangkan pelaku sejarah penakluk pertama Mount Everest yang tersisa, menyusul wafatnya Norgay 22 tahun silam.

Terlahir sebagai Edmund Percival Hillary pada 20 Juli 1919 di Tuakau, Selandia Baru, Hillary banyak bergerak sebagai aktivis kemanusiaan. Di antaranya memperbaiki kualitas hidup warga Nepal dengan membangun sekolah dan berbagai sarana kesehatan. Hillary menjadi warga kehormatan Nepal pada peringatan 50 tahun penaklukan Gunung Everest. Keberanian dan semangat Hillary membuatnya dianugerahi berbagai penghargaan. Salah satunya gelar Order of The Empire dan Order of The Garter dari Kerajaan Inggris. (SCTV News-YNI)

Iklan