tas-plastik.jpg Bermula dari pengalaman Rebecca Hosking, 24, pembuat film tentang satwa liar, yang mengabadikan burung2 Laysan Albatrosses – yang mati kelaparan di Pulau Midway, Hawaii, USA. Selidik punya selidik – diduga – burung2 itu mati karena kelaparan dan di dalam lambungnya ditemukan sampah plastik seperti mainan plastik, alat pemantik api, maskara, lipstik sampai golf tee pun ada. Mungkin burung2 itu mengira, barang2 berwarna terang tersebut adalah makanan mereka. Setelah Rebecca kembali ke Inggris, Rebecca merampungkan film dokumenter-nya tersebut dan meminjamkan film tersebut kepada Adam Searle, temannya yang memiliki toko makanan. Usai menonton film tersebut, sang teman berkata : “Saya seperti orang munafik karena memandang rendah orang yang membuang sampah sembarangan, tapi saya sendiri membagikan kantung plastik ke pelanggan. Mulai saat ini, saya akan berhenti.”

Demikian awal perjalanan kisah Rebecca yang mengkampanyekan bebas plastik di kampungnya, Modbury, Inggris, seperti yang dikisahkan Nick Morgan di Reader’s Digest. Setelah sahabatnya, film dokumenter tersebut diputar yang dihadiri 36 dari 43 pedagang yang menggunakan kantong plastik. Hasilnya kemudian menyadarkan masyarakat disana, tentang bahaya sampah plastik. Setelah menonton, Rebecca berdiskusi mengenai alternatif kantong plastik. Akhirnya diputuskan untuk menggunakan kantong kain dari katun organik yang bisa dipakai ulang seharga 3.95 pound dan disisi kantong itu ditulis : “Modbury, Britain’s first plastic shopping bag FREE town” – Modbury, menjadi tempat pertama di Inggri tanpa kantong belanja plastik.

Langkah Rebecca kaya’nya segera diikuti oleh negara China .. karena pemerintah negara tersebut akan menerapkan pembatasan pada penggunaan tas plastik mulai 1 Juni 2008, sebagai bagian dari aksi gandanya untuk melindungi lingkungan hidup dan menghemat energi. Demikian berita yang dilansir dari www.gov.cn oleh kapanlagi.com. Menarik sekali .. selain melindungi lingkungan hidup .. ternyata penggunaan kantong non plastik juga hemat energi.

Dan saya semakin paham .. ketika VOA Planet di Metro TV menyebutkan bahwa satu tas plastik itu setara dengan penggunaan bahan bakar minyak untuk menjalankan mobil kecil sejauh 115 meter .. wow, dapat dibayangkan berapa energi yang dapat kita hemat seandainya kita tidak menggunakan kantong plastik?? Hmm, kira2 kapan negara kita melarang penggunaan kantong plastik ya?? jangan2 malah ditentang habis2an nih. Karena bagi sebagian kita, kantong plastik lebih praktis dan bisa langsung dibuang 😈

Dari pada menunggu orang lain .. aku mulai dari diri ku sendiri aja ahhh !!! 😎 .. Kantong2 plastik yang sudah terlanjur ada di rumah, tetap bisa aku gunakan sampai sobek2 *gaya tukul* .. Jika sudah habis. Baru pakai kantong kain yang bisa dilipat kecil dan diselipkan di saku celana atau dimasukan ke dalam tas nyonya jika akan belanja. Oya, kalo belanja di Makro, biasa-nya aku sudah menggunakan dus karton bekas untuk mengangkut barang belanjaan.

Iklan