Hidup ini terlalu singkat untuk ditakuti. Kalimat tersebut saya kutip dari perkataan Keyko Napitupulu, salah seorang pemenang LPM 1984. Kata2 yang kemudian, banyak mempengaruhi jalan hidup saya. Coba kita pikir .. kira2, berapa tahun sih kita hidup?? 63 tahunan?? .. jika mengikuti usia Rasulullah .. atau88 tahunan?? .. jika seperti usia Sir Edmund Hillary .. atau 37 tahunan .. jika sama dengan usia Mayor Andrew Olmsted. Berapa pun lamanya kita hidup di dunia ini, pasti tetap akan mati juga. Apakah cuma sehari atau seratus tahun, sepertinya sama saja. Yaitu mati. Masalahnya adalah .. apa yang kita lakukan selama hidup kita tersebut?? kesia-sian atau kah bermanfaat?? hanya kita yang tahu.

Kalimat tersebut – menurut ku – ada dua makna. Makna pertama .. takut mati. Makna kedua .. takut hidup. Kedua2nya memberikan dampak yang berbeda. Jika kita takut mati, kita cenderung tidak percaya dengan Tuhan .. Sang Pecipta dan Pemilik Alam .. karena apa?? karena kita tidak mau mati. Padahal mati itu pasti. Sedangkan jika kita takut hidup .. maka, kita cenderung untuk mudah putus asa. Mudah takut menghadapi apapun dalam kehidupan ini. Takut bicara, takut tampil, takut gagal, takut terkenal dan sejuta takut lainnya. Sehingga kita tidak berbuat apa2.

Padahal .. usia kita terbatas. Berapa batasnya?? .. sekali lagi, itu urusan Yang Menciptakan kita. Ga perlu kita bertanya berapa lama kita hidup. Karena kalau kita tahu usia kita, malah lebih repot lagi. Mentang2 hidup masih lama, kita cenderung mengabaikan makna kehidupan kita dan mensia-siakan kesempatan. Begitu sudah menjelang ajal, baru bertobat habis2an .. jadi, ada baiknya juga .. kita tidak tahu berapa lama kita hidup. Yang pasti .. singkat. Ga percaya?? coba aja .. periksa usia kita saat ini?? 18 tahun?? 26 tahun?? 35 tahun?? 46 tahun?? 57 tahun?? atau berapa .. masih ingat ga waktu pertama kali kita masuk sekolah atau masuk kerja atau menikah?? .. gimana?? .. rasanya baru kemaren bukan??

Itu tandanya .. waktu berjalan tanpa kita sadari. Tau2 .. usia kita sudah tua. Tau2 .. semua sudah keriput. Tau2 .. kita sudah terbaring menunggu ajal. Jadi bung .. hidup ini terlalu singkat. Kalau memang terlalu singkat .. mengapa harus kita takuti?? justru seharusnya kita manfaatkan sebaik2nya .. mumpung masih hidup sehingga usia phisik boleh berakhir, tapi usia non phisik akan terus berjalan .. misalnya, Nabi Ibrahim A.S., kendati usia phisiknya diyakini mencapai 1.000 tahun, namun usia non phisik-nya justru mencapai ribuan tahun, bahkan hingga akhir zaman. Begitu pula Muhammad Rasulullah SAW.

“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan kumpulkan aku bersama orang-orang yang shaleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,” (surah Asy-Syuaraa’ : 83-84)

Ayat di atas adalah doa Nabi Ibrahim A.S. kepada Allah agar dikaruniai ilmu dan kemampuan melakukan amal kebajikan, juga agar dikaruniai usia non phisik yang panjang. Dalam konteks itulah, Rasulullah SAW memberi contoh agar kita berdoa kepada Allah SWT memohon agar dijadikan hamba-Nya yang husnul khatimah, yakni banyak melakukan amal shaleh sebelum maut menjemput kita seperti dalam surah Ali Imran ayat 193 – 194 :

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu) : “Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu”, maka kami pun beriman. “Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.”

Jadi .. berbuat kebaikan selama hidup tidak perlu takut lagi. Biar usia non phisik kita terus berjalan walaupun kita sudah tidak ada.

Tulisan terkait :
Mati eh!!

Iklan