shodiq.jpg Sebenarnya saya baru mau posting-kan mengenai uneg2 saya tentang provider cellular yang telah memperdaya konsumennya dengan iming2 tarif bicara murah. Mulai yang cuma Rp.0,5 / detik (XL) sampai gratis bicara menit pertama (Indosat) yang ternyata lebih sering call drop-nya dari pada ngobrolnya. Tak khayal, bicara 6 menit bisa ludes Rp.5.000,- karena 3-4 kali call drop 😦 .. akhirnya, postingan itu saya batalin. Karena saya pikir .. percuma juga – kalo saya nulis disini – tetap ga di tanggapi oleh provider tersebut. Yang ada, aku malah tambah dosa, karena misuh-misuh. Jadi .. mending aku posting-kan ucapan terima kasih ku pada Pak Shodiq.

Barusan, aku menerima paket buku Raihlah Surgamu, karangan Pak Shodiq bersama Aisha Chuang. Buku ini diberikan oleh penulis buku tersebut karena komentar ku dianggap the best oleh beliau pada postingannya. Aku segera kontak beliau via telephone – karena ada contact number di amplop paketnya – untuk mengabarkan kalau buku sudah ku terima sekalian mengucapkan terima kasih.

Buku setebal 154 halaman tersebut memiliki 10 tag *jadi kaya’ blog πŸ™‚ * dan aku langsung kesengsem dengan tag yang judulnya Tujuh Ciri ‘Sok Tahu’ .. nah loh. Jangan2 aku termasuk orang yang sok tahu. Buru2 aku langsung ke halaman 49 tersebut. Wah, ternyata ciri orang sok tahu itu, didapat oleh beliau dari hasil menyelami surat Al-‘Alaq .. yang ternyata inti dari postingan ku kemaren tentang mengikis kesombongan dan merujuk pada surat yang sama .. Subhanallah .. koq pas ya??

Jadi .. apa saja cirinya?? menurut beliau pada buku itu, ketujuh ciri tersebut adalah …
1. Enggan membaca,
2. Enggan menulis,
3. Suka menyimpulkan tanpa dasar yang kuat,
4. Suka berdebat tanpa pertimbangan matang,
5. Mengandalkan keluasan pengetahuan daripada kedalaman ilmu,
6. Mengandalkan gelar dan ijazah,
7. Menempatkan diri sebagai ‘Maha Satpam
Lebih jelas dan lengkapnya .. monggo, silakan beli ditoko2 buku terdekat *halah* atau pinjam di perpustakaan dan tentunya jangan lupa dibaca ya πŸ˜€

Terima kasih pak Shodiq atas buku yang mencerahkan saya. Buku yang bapak tulis tersebut, gaya bahasanya seperti sedang membaca blog-nya bapak hehehe :mrgreen:

Tulisan terkait :
Ketika tidak mau dikalahkan

Iklan