Melanjutkan postingan-ku sebelumnya yang bertanya tentang apa sih sukses?? Aku berterima kasih sekali dengan komentar blogger2 yang masuk sehingga aku jadi lebih dapat melihat sisi lain dari sukses. Sebenarnya banyak sekali potensi teman2 yang dapat berguna bagi orang lain. Baik untuk mencapai sukses secara duniawi maupun ukhrawi. Karena dengan berusaha keras dan bekerja keras serta memilki kemampuan untuk selalu memberi pada orang lain dengan niat karena Allah SWT, baik itu harta maupun ilmu dan kemampuan, insya Allah .. kedua sukses itu akan tercapai. Walaupun – mungkin – ada sebagian kita yang hanya fokus pada satu sukses saja misalnya untuk mencapai sukses dunia saja atau ukhrawi saja.

Sukses dunia, sering kali meninggalkan jejak kesengsaraan buat orang lain. Bagaimana alam dieksploitasi atas nama bisnis seluas-luasnya sehingga menimbulkan polusi, kerusakan lingkungan dlsbnya. Atau bagaimana melakukan penjualan dengan segala cara, kalo perlu perang pemasaran, agar barang laku terjual dan tak peduli apakah konsumen diuntungkan atau dirugikan.

Atau sebaliknya, ketika hanya mengejar sukses ukhrawi dengan cara zuhud, yang meninggalkan kehidupan duniawi, mempunyai sikap tidak terbelenggu oleh hidup kebendaan. Padahal mungkin, memiliki keahlian yang sangat berguna buat orang banyak tapi sikap ini – bisa saja – dipakai alasan pembenaran untuk tidak berkerja. Sehingga kemampuan yang diberikan Allah padanya menjadi mubazir.

Aku jadi teringat kata Syaikh Ahmad Taqiyuddin dalam Novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy halaman 277 yang mengatakan : “Zuhud tidak berarti tidak mau menyentuh sama sekali nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt, tapi zuhud adalah mempergunakan nikmat itu untuk ibadah.”

Dalam cerita itu, Syaikh Ahmad memberikan ilustrasi bahwa tidak selamanya orang yang makan dengan hanya roti kering dan seteguk air lebih baik dari orang yang makan roti cokelat dan segelas susu. Jika dengan makan roti cokelat badan menjadi sehat dan segar, ibadah khusyu dan tenang, bisa bekerja dengan lebih baik dan bersemangat serta merasakan keangungan Allah yang telah memberikan nikmat tentu lebih baik dengan yang makan roti kering tapi lemas dan berkeluh kesah saja kerjanya.

Contoh lainnya, bahwa tidak selamanya yang berjalan kaki lebih baik dari yang naik mobil. Jika dengan naik mobil lebih bisa meng-efisien-kan waktu, ibadah lebih tenang karena tidak capek dan lebih bisa banyak melakukan kegiatan yang bermanfaat tentu sangat baik.

Yang penting, ketika kita diberikan rahmat nikmat dari Allah, kita jangan terlalu pelit dan jangan terlalu boros, agar nikmat tersebut mendatangkan manfaat buat diri kita dan buat orang lain .. seperti sabda Allah pada surah Al-Israa ayat 29 :

“Dan jangan kamu jadikan tangamu terbelenggu pada lehermu dan jangan kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal”

Tulisan terkait :
Cabe rawit : Tetangga ane sukses

Iklan