flash-2.jpg Tertarik dengan iklan Telkomsel yang menawarkan modem GRATIS buat pelanggan kartuHALO yang ingin mengakses internet lewat produk mereka yang bernama Telkomsel Flash, membuat ku tidak berpikir panjang. Langsung saja ku kontak Grapari terdekat. Dan keinginan ku langsung ditanggapi cepat. Senang rasanya, bisa merasakan akses internet bergerak. Karena selama ini, aku hanya menggunakan jasa telkomnet@instan dan Speedy saja. Belakangan baru mencoba wifi, dibeberapa tempat. Aku berharap dengan menggunakan akses Flash, mobilitas ku dapat dipenuhi. Apalagi dijanjikan dapat mencapai 3.6 Mbps (jika terdapat jaringan HSDPA) atau maksimal 384 Kbps (jika terdapat jaringan 3G). Untuk kecepatan yang pertama, aku tak terlalu berharap. Karena di Balikpapan belum ada 3.5G.

Ternyata, harapan ku punah oleh kenyataan. Karena terpesona dengan iklan penawaran modem yang gratis :mrgreen: dan kecepatan yang menggiurkan – walaupun harga pulsanya selangit – menghancurkan seluruh ekspektasi ku terhadap flash. Baru hari pertama berlangganan, semua janji-janji manis iklan Telkomsel, terbantahkan. Ketika aku mencoba akses dengan simPATI pede – sebelum kartuHALO flash aktif – aku baru sadar bahwa ada paket 40 jam dengan harga Rp.200 ribu.

Sementara paket Flash ku Rp.250 ribu hanya untuk 20 jam. Jika merujuk harga paket biasa itu, berarti kalo cuma 20 jam seharusnya hanya Rp.100 ribu. Lah, mengapa program gratis ini justru Rp.250 ribu. Hitung punya hitung ternyata selisih Rp.150 ribu itu sebagai kompensasi harga modem yang konon harganya Rp.1,75 juta. Jadi klop .. karena untuk mendapatkan modem gratis kudu berlangganan selama 12 bulan.

Walaahhh pak pak .. Telkomsel emang jago ya .. berhasil memperdaya diriku. Good !! 😆 Ternyata gratis tak selalu gratis bung. Benar juga kata teman ku, wong yang mahal aja dibeli .. jadi jangan mimpi kalo ada yang gratis. Heran juga .. mengapa aku lupa dengan kata teman baik ku itu. :mrgreen: Trus .. itu soal modem. Nah sekarang soal kecepatan aksesnya. Lihat skrinsut dibawah ini.

flash.jpg

Waktu aku coba komper dengan punya Indosat, diinformasikan bahwa kecepatan real-nya sering anjlok ke GPRS sehingga bisa lebih murah. Well, semula aku angguk angguk aja .. karena ku pikir Telkomsel kan emang jaringannya sudah banyak .. Nah, aku dijanjikan akan dilayani minimal 3G .. itu artinya, aku bisa menikmati akses hingga kecepatan 384 kpbs. Hari pertama mencoba .. lebih sering anjlok di 70-80 kpbs dan terakhir sempat menyentuh titik nadir alias di 28 kpbs. Alamak !!! apa pula ini .. dengan kecepatan hanya 28 kpbs .. aku mesti bayar Rp.350 / menit atau Rp.21 ribu / jam .. sementara speedy ku cuma Rp.1.500 / jam atau telkomnet@instan cuma Rp.9 ribu / jam.

Aku tak tahu .. apakah ini penipuan atau aku yang bodoh?? mungkin aku yang bodoh. Terlalu senang dengan iklan itu. Ini pelajaran sangat berharga. Sulit untuk menarik kembali karena sudah sign kontrak 1 tahun .. kalo aku batalkan aku didenda dengan rumus2 yang kalo aku itung sekitar Rp.2 juta lebih .. walah, lebih mahal dari harga modem-nya.

Catatan : Postingan ini tidak bermaksud ingin menyudutkan Telkomsel. Tapi cuma sharing pengalaman. Bisa jadi aku sedang apes aja. Mengingat di Balikpapan signal 3G tidak dapat diandalkan. Padahal posisi ku ada di akses jalan utama. Jika diperumahan ku, aku tidak berharap banyak. Lebih aman pakai speedy.

Iklan