Tadi pagi, aku menerima call dari seorang sahabat yang barusan membaca ulasan ku tentang film Ayat-ayat Cinta. Tanpa basa-basi, dia langsung bilang : “Koq tulisan mu ga seperti biasanya?? yang bikin adem dan netral??” .. What?? .. wah, ini berarti lampu kuning sedang berkedip-kedip, menandakan aku harus introspeksi diri. “Apa yang kurang pas dari postingan itu?” tanya ku untuk mencari jawaban. “Pilihan kata-kata mu mungkin yang kurang pas. Terlalu bombamtis, seperti kalimat : teramat sangat amat. Itu kan seperti nya sangat merendahkan dan tidak menghargai.” jawabnya.

Aku bersyukur .. masih ada orang yang masih mau meng-kritik-ku. Sebelum sahabat baik ku, ada satu komentar yang juga menyampaikan kritikan atas postingan tersebut yaitu : jangan sirik, katanya. Aku coba periksa. Setahu-ku sirik itu lebih cenderung ke iri. Dan aku sama sekali tidak punya rasa iri terhadap film itu. Tapi kalo rasa prihatin .. iya. Sudah aku jelas kan alasannya di postingan ku.

Begitulah .. setiap orang punya persepsi berbeda tentang satu kata, apalagi satu kalimat. Hal ini dibuktikan pada waktu aku mengikuti Leadership Training kemaren, dimana pengajar meminta kami – 27 orang – untuk menuliskan persepsi kami sebanyak-banyaknya tentang Profit. Hasilnya lebih dari 30 pengertian tentang profit antara lain, keuntungan, ekspansi, sehat, berkembang, berhasil dan sebagainya.

Mungkin .. kata yang salah pilih untuk ku letak-kan disini memiliki makna yang berbeda jika dibaca oleh orang lain. Oleh karena itu, aku perlu keripik untuk mengoreksi kata-kata ku yang keliru atau bisa ditafsirkan keliru. Ada beberapa teman yang suka memberikan masukan buat ku, salah satunya kang Yari. Beberapa kali beliau mengoreksi kata yang keliru atau bisa ditafsirkan keliru oleh orang lain. Ma kasih ya kang.

Terima kasih buat sahabat dan teman-teman yang sudah menyampaikan kritikan buat ku. Insya Allah .. saya akan terus berusaha untuk yang terbaik tentunya semua itu dapat terjadi kalo ada kritik. Selama masih ada kekeliruan, itu artinya aku masih manusia.

Jadi, aku butuh keripik *minjem istilah Hariadi* bukan masalah benar-salah tapi masalah menjaga perasaan orang lain.

Postingan yang ada relevansi-nya :
1. Hariadi : Belajar mendengar
2. Eep : Bola liar
3. Adinoto : Jawabannya

Iklan