blok.jpg

Jadilah dirimu sendiri .. begitu yang sering kita dengar — baik yang ditujukan kepada orang lain maupun kepada diri kita. Mengapa pula, ketika kita merasa bahwa kita sudah menjadi diri kita sendiri, tapi orang tetap saja menyarankan kita untuk menjadi diri kita sendiri. Mengapa?? apa yang salah?? … Padahal apa yang kita lakukan — kita merasa — sudah sesuai dengan diri kita. Kita sudah nyaman dengan pilihan tersebut. Tapi, tetap saja ada yang berkomentar : “Hei kawan, coba jadilah diri mu sendiri” .. what’s wrong??

Mengapa demikian?? karena kita sering kali sulit membedakan apa yang kita inginkan dengan apa yang orang lain harapkan. Sehingga sering terjadi salah paham. Mungkin nasehat Pak Wuryanano dalam postingan beliau bisa bermanfaat : “Anda tidak perlu mendapatkan persetujuan ataupun pengakuan dari orang lain untuk menjadi diri sendiri.”

Kalau begitu .. forget it dengan komentar orang?? .. hmm, tapi apa memang demikian seharusnya?? kalau pun iya, mengapa tetap saja muncul komentar seperti itu?? .. buat yang sering menonton ajang kontes adu nyanyi American Idol, pasti pernah dengar komentar Randy, Paula dan Simon : “be yourself” ketika mereka menyaksikan seorang kontestan meniru-niru aransemen, gaya atau suara penyanyi aslinya, yang boleh jadi bagi orang awam, penampilan peserta tersebut sangat bagus.

Ketika hal ini dikonfirmasi oleh Ryan — sang pemandu acara — kepada kontestan tersebut .. kontestan tersebut menjawab bahwa mereka sudah menjadi diri mereka sendiri. Mereka sudah merasa nyaman dengan lagu yang dipilih mereka sendiri, mereka sudah tonjolkan talenta mereka dan mereka suka dengan lagu itu.

Jadi .. tidak ada yang salah dengan ‘be yourself’ tersebut. Lalu, mengapa komentar itu tetap terucap??? .. bukan kah mereka sudah merasa nyaman, trus ga peduli dengan penilaian juri dan yang terpenting mereka telah memilih lagu yang bisa menunjukkan siapa mereka.

Menurut teman-teman apa itu menjadi diri sendiri?? β™₯ β™ͺ β™«

Iklan