blok.jpg

Pernah di cegat seorang gadis cantik di Mal atau Plaza?? … Gadis cantik dengan dandanan rapi sambil menyodorkan selembar kertas yang isinya tentang kedahsyatan ‘sebuah’ produk dan jasa. Pernah tertarik untuk memilikinya .. hmm, maksud ku bukan memiliki gadis cantik itu tapi memiliki produk dan jasa yang ditawarkan tersebut. Jika pernah, apa yang membuatmu memutuskan untuk memiliki nya?? .. hmm, ngerti kan maksud ku??

Ya .. sering kali kita dihadapi dengan tawaran sebuah produk atau jasa tanpa melihat, merasakan atau apapun terhadap produk dan jasa yang ditawarkan tersebut. Kita hanya berpegang pada kata-kata yang meluncur manis dari bibir berlipstik sang gadis penawar produk dan jasa. Semua kata diberikan demi meyakinkan kita untuk memilikinya.

Begitu juga .. ketika seorang jejaka yang kesengsem sama seorang gadis tetangga atau se kampus. Pasti lah sang gadis belum tahu persis belang-nya sang jejaka kalo sudah ngumpul dengan teman-teman begundalnya. Jejaka akan mengeluarkan semua kosa kata yang didapat dari browsing di internet, hanya untuk menyakinkan si gadis bahwa dia lah satu-satunya yang diinginkan.

Pun ketika sepulang dari kantor .. sepanjang jalan menuju ke rumah, aku dihadapkan dengan berjuta kata-kata yang terpampang di spanduk-spanduk, baliho-baliho raksasa, brosur-brosur yang diedarkan di simpang lampu merah yang mengajak untuk memilih salah satu kandidat kepala daerah untuk kata-kata yang mengiurkan.

Sampai dirumah, stel tv .. baca koran yang belum sempat dibaca tadi pagi .. lagi-lagi kita disajikan kata-kata dari iklan-iklan yang bertebaran diseluruh penjuru halaman surat kabar, dan disetiap jedah waktu siaran televisi. Lagi-lagi kata-kata bujuk rayu bertebaran dengan segala macam janji manis yang membikin tangan gatal untuk menarik duit cabut dari dompet atau menggesekkan kartu sakti.

Kita terlena dengan kata-kata. Karena percaya dengan kata-kata.

Iklan