blok.jpg

Mengapa harus kanan? .. demikian judul postingan ku dua hari yang lalu .. dan beberapa saat kemudian muncul EDY CAPLANG dengan sepeda motor kebanggaannya dan helm cakil diselepangkan di kepala, sambil berkomentar di urutan ke delapan : “Karena kalo kiri .. boleh jalan terus, bang!!” .. hahaha πŸ˜† ku pikir Edy benar-benar kanan. Hmm .. maksud ku, reaksi dia terhadap postingan ku kemaren, cukup menjelaskan otak sebelah mana yang berperan pada saat dia berkomentar. Ya, wasiat pertama yang dibeberkan dalam buku karya IPPHO SANTOSA itu adalah TERTAWA. Dan seperti janji ku pada HANGGA DAMAI kemaren, untuk membikinkan resensi buku tersebut.

Selama ini, kita ‘dipaksa’ untuk mengoptimalkan otak sebelah kiri, sehingga otak sebelah kanan ‘sedikit’ terabaikan. Ippho mencoba menyadarkan kita untuk meng-explore otak sebelah kanan juga. Karena justru lebih suksesnya seseorang itu terletak pada otak sebelah kanan. Sayang statemen ini tidak ada bukti-bukti ilmiah *khas bantahan dari otak kiri* :mrgreen:

Hal yang paling menarik dari buku ini adalah ketika membeberkan makna kata kanan yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi right. Nah, tau dong .. kalo kata right juga bisa berarti benar. Jadi, kanan = benar :mrgreen: gitu de kira-kira .. masih ada beberapa padanan kata right.

Misalnya ‘the right man on the right place’ yang terlepas dari makna leksikalnya, ternyata orang kanan (right man) memang berada pada kuadran kana (right place) .. πŸ˜€ Atau pernah baca kata ‘Boss is always right’ ?? .. dan itu diartikan bahwa atasan memang lebih kanan (right) daripada bawahan.

Buku ini mencoba meyakinkan kita bahwa penggunaan otak kanan bukanlah terlarang. Karena selama ini, kita sering memandang rendah orang-orang yang menggunakan otak kanan. Sekali lagi, otak kanan loh .. bukan tangan kanan, seperti yang banyak dibahas oleh teman-teman di postingan ku sebelumnya.

Karena berdasarkan tabel-tabel yang ada dibuku tersebut, orang yang menggunakan otak kanan adalah orang yang cenderung tak memiliki rencana, tidak tergantung waktu, seperti anak kecil, minoritas, oposisi, pemberontak, pelaku kriminal, pemimpi, generalis dan sebagainya sehingga kesannya adalah semau gue karena tidak mengikuti pakem yang ada.

So .. apakah itu salah? ya ga juga .. makanya di buku tersebut dibeberkan lebih banyak story tentang orang-orang sukses yang menggunakan otak kanan. Lebih dari separuh isi buku tentang biography (131 halaman). Dan hanya 115 halaman yang membahas tentang otak kanan. Dan inti dari buku tersebut hanya 18 halaman saja :mrgreen:

Memang .. buku ini menonjolkan sisi cerita, humor dan bertutur karena hal tersebut adalah ciri-ciri pengguna otak kanan. Jadi .. apakah kita harus mengabaikan otak kiri?? .. ya ga juga. Karena pada otak kiri ada kecerdasan, analistik, realistis, fokus, terencana, logis, dewasa, guru, specialis, pemacu efisiensi dan sebagainya yang terkesan lebih serius dari otak kanan.

Jujur .. aku tidak menganjur apa pun. Mau mengoptimalkan otak kanan atau otak kiri. Karena masing-masing orang tetap bisa sukses dengan otak manapun — sepanjang masih punya otak, maksud ku. :mrgreen: tapi, menurut Ippho, memang sama-sama bisa sukses .. tapi yang lebih kaya adalah orang-orang yang menggunakan otak kanan? .. jadi, mau sukses sekaligus lebih kaya?? hmm, otak kanan patut dipertimbangkan.

Iklan