blok.jpg

Malam ini, begitu business meeting di Bali ditutup, aku langsung berbaur dengan teman-teman di lobby hotel Sanur Paradise Plaza Hotel. Banyak kisah mengalir dari mulut kami masing-masing. Maklum, sudah 3 tahun tidak ketemu, bahkan ada yang sudah 7 tahun tidak ketemu. Kami saling berbagi cerita tentang takdir yang sedang kami jalani. Ada yang dulunya masih belum apa-apa, sekarang sudah jadi bos 🙂 dan yang dulunya sudah jadi bos, ya tetap juga jadi bos .. belum kemana-mana hehehe .. padahal, jika dilihat dari pengalaman dan kepintaran, yang karir-nya melejit tidak lebih hebat dari yang posisinya tetap.

Salah seorang teman kemudian bercerita, bahwa dia sudah mendapat surat mutasi ke Pekanbaru. Dia merasa enggan untuk berangkat. Karena pangkat-nya sama dengan posisi nya saat ini di Tasikmalaya. Memang, di Pekanbaru, jabatannya meningkat dari pimpinan area menjadi pimpinan region. Tapi dia berpikir, akan banyak cost yang mesti dia keluarkan sedangkan salary-nya relative sama.

Tapi .. sejurus kemudian dia berkata : “Tapi kesempatannya itu yang ga bisa dinilai dengan uang. Walaupun salary sama, tapi gengsinya beda. Yang satu pimpinan area, sedangkan yang satunya pimpinan region. Dari struktur organisasi aja sudah beda. Dan tentu, hal ini menjadi point penting dalam pilihan karir”

Aku terdiam sejenak. Pikiran ku melayang pada seorang sahabat yang sedang menghadapi dua pilihan pekerjaan .. apakah menerima kerja di perusahaan otomotif atau di perusahaan perdagangan komoditi. Memang kedua posisinya sama, yaitu Asisten Administrasi. Tapi tentu, kesempatan di kedua perusahaan itu akan memiliki dampak yang berbeda.

Sering kali .. tidak tanpa sadar telah menulis takdir kita, ketika sebuah kesempatan datang, kita tolak atau kita terima. Seperti seorang teman lain, yang menolak di mutasi kan ke kota lain. Dengan alasan saat ini dia sudah merasa comfort dengan yang sekarang. Atau seorang sahabat satu nya lagi yang sudah kemana-mana tapi jabatannya ga naik-naik.

Begitulah hidup .. tak pernah kita mengerti tapi bisa kita pelajari. Tak pernah kita pahami tapi bisa kita renungkan.

Iklan