blok.jpg

Mungkin kalian pernah melihat dilayar kaca, iklan layanan masyarakat dalam rangka 100 tahun kebangkitan Indonesia. Dari berbagai iklan layanan masyarakat tersebut, ada satu yang membuatku terkesan dan secara ‘cerdas’ mengartikan makna kebangkitan itu seperti apa. Iklan disampaikan dalam bentuk sastra, dengan memiliki kata-kata yang negatif kemudian dilanjutkan dengan kalimat yang justru membuat kata negatif itu menjadi positif. Dan menurut ku, itu sangat brillian.

Bangkit itu SUSAH
susah melihat orang susah, senang melihat orang senang,

Bangkit itu TAKUT
takut korupsi, takut makan yang bukan hak-nya,

Bangkit itu MENCURI
mencuri perhatian dunia dengan prestasi,

Bangkit itu MARAH
marah bila martabat bangsa di lecehkan,

Bangkit itu MALU
malu jadi benalu, malu karena minta melulu,

Bangkit itu TIDAK ADA
tidak ada kata menyerah, tidak ada kata putus asa,

Bangkit itu AKU
untuk Indonesia ku.

Oleh : Deddy Mizwar

Aku menyadari, ternyata .. kata-kata negatif, kalo diberi makna yang tepat akan menjadi positif. Perhatikan … bukankah kata-kata : susah, takut, mencuri, marah, malu dan tidak ada .. adalah kata-kata yang kalo berdiri sendiri dapat diasosiasikan sebagai hal yang negatif? .. dan ketika bung Deddy Mizwar melanjutkan kalimatnya .. kata tersebut menjelma menjadi hal yang positif.

Aku pun jadi teringat pada berita tentang bangsa yang suka mengolok-ngolok diri sendiri. Boleh jadi, mengolok diri sendiri .. kalo diberi makna seperti karya sastra diatas, bisa memberi dampak yang positip pula. Masih ada jalan untuk mengubah semuanya. Semoga bangsa ini segera menemukan jalan kembali. 🙂

Iklan