blok.jpg

Tindak kekerasan, setiap hari menghiasi halaman berita di surat kabar maupun di layar kaca. Rasa²nya tiada hari tanpa kekerasan. Baik kekerasan secara phisik maupun mental. Baik yang dilakukan oleh keluarga terdekat — seperti suami pada istrinya ato orang tua pada anaknya — hingga oleh orang yang tidak dikenal. Yang pasti .. kekerasan melahirkan korban. Baik korban secara phisik, jiwa, tekanan mental hingga kehilangan nyawa. Mengapa selalu ada kekerasan didunia ini? Apakah manusia memang diciptakan oleh Nya memang terlahir untuk melakukan kekerasan pada yang lainnya ?

KISAH PEMBUNUHAN PERTAMA DAN BESARNYA MALAPETAKA AKIBAT PEMBUNUHAN

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil).

Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!.”

Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa. Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.”

“Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”

Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.

Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya ^{(1)}.

Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain ^{(2)}, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya ^{(3)}.

Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu ^{(4)} sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. (Al Maa’idah:5 ayat 27-32)

(1) Dipahami dari ayat ini bahwa manusia banyak pula mengambil pelajaran dari alam dan jangan segan-segan mengambil pelajaran dari yang lebih rendah tingkatan pengetahuannya
(2) Yakni: membunuh orang bukan karena qishaash.
(3) Hukum ini bukanlah mengenai Bani Israil saja, tetapi juga mengenai manusia seluruhnya. Allah memandang bahwa membunuh seseorang itu adalah sebagai membunuh manusia seluruhnya, karena orang seorang itu adalah anggota masyarakat dan karena membunuh seseorang berarti juga membunuh keturunannya.
(4) Ialah: sesudah kedatangan Rasul membawa keterangan yang nyata

Jadi jangan kawatir kawan .. karena Allah menciptakan kelembutan seperti kisah seorang anak manusia yang menolong orang lain tanpa pamrih. Semoga Allah melembutkan hati kita semua untuk selalu berbuat baik agar dunia ini menjadi lebih baik untuk kita tempati.

Iklan