blok.jpg

Berapa banyak sudah lowongan kerja yang kamu baca? dan berapa banyak pula yang sudah kamu tindak lanjuti? dan berapa banyak — dari lamaran yang kamu kirimkan, mendapatkan jawaban? Dan dari panggilan kerja tersebut, sudah berapa banyak yang telah kamu ikuti test masuk-nya? Yang pasti .. sampai saat ini, mungkin pekerjaan yang kamu dambakan belum juga menghampiri mu. Apa yang salah? apa yang keliru? .. rasa²nya semua upaya sudah kamu tempuh bukan?

Mencari lowongan kerja seperti mencari jodoh dan rejeki. Tidak semua lowongan kerja yang terpampang di koran atau internet akan berjodoh dan menjadi rejeki kita. Sama hal-nya dalam mencari jodoh dan rejeki. Soal feeling mesti diandalkan juga. Mana pekerjaan yang kira² akan dengan mudah kita dapat.

Dari pengalaman pribadi dan teman² yang sering curhat ke aku, aku dapat simpulkan bahwa ada tiga kemungkinan dalam mencari pekerjaan : yaitu sesuai dengan disiplin ilmu kita atau sesuai dengan hobby kita atau sesuai dengan cita² kita.

Sering kali, pekerjaan yang diperoleh justru tidak ada kaitan langsung dengan disiplin ilmu kita misalnya diterima kerja di perbankan sementara latar belakang pendidikan adalah Teknik Industri. Atau boleh jadi, kita diterima bekerja di perusahaan otomotive, karena kita hobby mengutak-atik mesin, walaupun pendidikan kita di fakultas Ekonomi.

Bahkan bisa pula, kita akhirnya diterima diperusahaan yang sudah kita cita² kan sebelumnya dan biasanya hal ini akan sesuai dengan hobby kita dan disiplin ilmu kita. Misalnya seorang teman yang suka dengan pelajaran Kimia, kemudian kuliah di Teknik Kimia yang akhirnya diterima diperusahaan pertambangan minyak.

Jadi .. kira² .. apakah masih ada optimisme didalam dirimu untuk mencari jodohmu pekerjaan yang kamu idamkan atau asal sekenanya saja? .. tentunya semakin lama mendapatkan pekerjaan, usia akan terus bertambah dan persaingan pun akan semakin ketat. Lalu harus bagaimana?

Iklan