blok.jpg

Ya, ya .. aku tahu, kalo hari kemerdekaan sudah berlalu empat hari *wadoh kemane aje* sebab sejak postingan terakhir seminggu lalu, aku praktis tidak online karena kompi-ku ‘turun mesin’ disebabkan oleh hal ihwal yang mustahal *halah Srimulat banget* sehingga akhirnya postingan ini baru muncul sekarang. Ya, mungkin jadi sedikit basi .. tapi aku coba untuk memanaskannya kembali biar enak untuk dibaca dan tidak basi 🙂

Tulisan ini sebenarnya cerita lama yang ku dapat dari bapak blogger Indonesia, siapa lagi kalo bukan bang Enda Nasution, kebangetan banget, kalo ada blogger Indonesia ga kenal sama beliau :mrgreen: .. di blog-nya tersebut, bang EN menulis hasil survey yang dilakukan oleh New York Times tentang makna kemerdekaan.

Menurut survey tersebut, ternyata makna kemerdekaan itu memiliki dua sisi pandangan dari dua strata yang berbeda. Strata yang dimaksud adalah orang yang berpendidikan tinggi dan orang yang berpendidikan rendah, memandang kemerdekaan memiliki arti yang berbeda pula.

Menariknya perbedaan itu hanya terletak pada tujuan merdeka itu sendiri, yaitu :

1. Arti kemerdekaan adalah merdeka untuk
Bagi mereka dengan tingkat pendidikan tinggi (college degree, thus middle class, middle incomes) merdeka mereka asosiasikan dengan “kemerdekaan untuk …” (freedom to … ) Kemerdekaan untuk berbuat, kemerdekaan untuk mencapai, kemerdekaan untuk memilih. Sehingga makna kemerdekaan bagi mereka adalah sebagai bentuk sebuah ekspresi diri dan mencapai potensi pribadi.

2. Arti kemerdekaan adalah merdeka dari
Sedangkan bagi mereka dengan tingkat pendidikan rendah (no college degree, thus low income), kemerdekaan untuk mereka adalah “kemerdekaan dari …” (freedom from … ) Kemerdekaan dari penindasan, kemerdekaan dari rasa takut akan masa depan, akan kelaparan, akan teror. Kemerdekaan dari tekanan sosial, ekonomi dll. Sehingga makna kemerdekaan bagi mereka adalah bentuk jaminan akan dasar-dasar kebutuhan untuk hidup.

Hmmm .. apapun .. kita seharusnya bebas merdeka untuk mengekspresikan diri kita setelah kita mampu terbebas dari kebutuhan dasar untuk hidup. Bagaimana?

Iklan