blok.jpg

Dalam perjalanan pulang ke rumah, seperti biasa, aku menyetel siaran radio dari IDC FM yang selalu menyiarkan ceramah agama menjelang berbuka .. kali ini ada kalimat yang menarik yang ku pikir layak untuk ku posting di blog ini yaitu pernyataan sang penceramah yang mengatakan bahwa untuk masuk ke surga itu gampang banget. Cuma dua langkah saja. Seperti orang menapakan kaki masuk ke dalam rumah.

Seperti halnya orang yang akan masuk ke dalam rumah dimana di depan pintu masuk sering terdapat keset kaki. Sebelum masuk ke rumah, kita kesetkan kaki dulu baru masuk. Nah, ilustrasi tersebut, rasanya cocok dengan penyampaian sang penceramah tersebut.

Sebelum masuk ke surga, langkah pertama adalah MENGINJAK keset napsu. Artinya, kita harus dapat melawan napsu. Napsu amarah, napsu kekuasaan, napsu sex, napsu harta dan sebagainya .. pokoknya jika kita bisa menginjak napsu kita agar tidak bisa menguasai diri .. maka kita bisa lanjut ke langkah kedua yaitu langkah masuk ke surga.

Simple bukan? .. langkah pertama menginjak napsu, langkah kedua masuk surga. Cool .. 😎 .. eit, bukan berarti mudah loh 😉 .. karena untuk menginjak napsu sering kali kita ga sanggup? bahkan .. sering kali napsu begitu menguasai diri sampai² mukjizat pun tidak dapat mengalahkan napsu — ceritanya panjang.

Lebih lanjut, beliau memberikan contoh lainnya yang berkaitan dengan bulan puasa .. dimana, ketika di bulan puasa pengeluaran kita justru meningkat, makanan justru melimpah ruah, pasar² justru ramai, orang² pada berjualan kue .. bukan kah — katanya — bulan puasa adalah bulan pengendalian napsu?

Tapi mengapa justru napsu berbelanja kita semakin menjadi² .. kalo diluar bulan puasa biasanya kita makan apa adanya .. tapi kalo di bulan puasa makan apa aja ada. Terbukti .. ketika di bulan puasa, banyak sekali orang berjualan kue untuk ta’jil. Permintaan akan daging, ayam dan sembako meningkat tajam.

Jadi .. apakah kita sudah berhasil mengendalikan eh menginjak napsu kita? .. hmm, pertanyaan sang penceramah itu tiba² menyadarkan ku untuk tidak berhenti di depan lapak penjual ta’jil .. dan sejak saat itu, aku berbuka cukup seteguk air putih dan beberapa butir kurma .. hmmm nikmat sekali rasanya 🙂

blok.jpg

UPDATE !! 16 September 2008

Pada acara Tafsir Al-Misbah di MetroTV tadi subuh, Pak Quraish Shihab berpendapat bahwa antara napsu dan setan itu ada perbedaannya, kira² begini ilustrasinya :

Beliau mengilustrasikan napsu itu seperti anak kecil yang minta mainan kepada orang tua. Karena tidak diberi, anak itu marah dan menangis. Ketika orang tua itu memberikan uang atau makanan. Anak itu tetap ngambek dan terus menangis. Karena bukan uang atau makanan yang diminta, tapi mainan. Setelah diberikan mainan, anak tersebut berhenti menangis. Begitulah napsu .. ketika napsu belum terpenuhi .. manusia akan terus ‘mengejar’nya sampai dapat.

Sedangkan kalau setan. Setan ingin manusia itu merugi. Jika tidak dapat membuat manusia merugi, minimal manusia tidak untung. Beliau mengilustrasikan bagaimana setan menggoda manusia untuk tidak menyembah Allah (merugi). Tapi manusia mengatakan itu dosa.

Kemudian setan mencoba lagi dengan menyuruh membunuh (merugi). Manusia katakan itu dosa. Setan akan terus ber’negosiasi’ lagi dengan menyuruh berzinah (merugi). Dan manusia bilang bahwa itu perbuatan dosa.

Tak putus asa, setan kembali menggoda : “Kalau begitu, pegang² saja. Kan tidak dosa?” .. begitulah upaya setan agar manusia tidak untung (berbuat baik).

Iklan