blok.jpg

diam.JPG

Rasanya lama sekali tidak meletakkan kata disini. Karena aku sedang mengumpulkan kata² diluar sana yang hingar bingar dengan selaksa kata. Bertebaran diatas koran-koran, majalah-majalah, buku-buku, spanduk-spanduk sampai baliho yang semakin memusingkan mata memandangnya. Sampai² aku berpikir ingin memajang juga foto ku besar² di perempatan jalan bergandengan partai tertentu *halah* .. nanti dituduh narsis lagi 🙂

Belum lagi kata² yang berseliweran dari televisi masuk ke gendang telinga ku, baik kata²nya yang indah menentramkan hati dari mulut para mubaligh sampai kata² yang multi makna karena hari ini bisa bilang A .. eh, besoknya bisa berubah jadi B. Kata² begitu mudah dipelintir dan dimulti vision multi tafsirkan apalagi dari seleb yang pengen tetap kondang.

Rasanya lamaaaaa sekali aku diam tak meletakkan kata disini. Bukannya apa² .. tapi karena jagad blogsphere terasa sesak dengan kata² lowong, adult content, copy paste atau sekedar hai hai hai .. membuatku menjadi gamang. Tidak tahu kata seperti apa yang mesti aku letakkan disini lagi. Kata² yang layak konsumsi. Yang tidak tercemar formalin, melamin, kelamin atau si amin *halah*

Belum lagi .. kata yang membuat jantung berdebar. Was was. Besok indeks jadi berapa ya? besok dolar jadi berapa ya? .. semua dilahap oleh kata² yang mengandung anak setan horor — oya jadi ingat, apa kabar film horor Indonesia ya? — sehingga kata² yang mengajak kebajikan seperti Kabayan saba kota. Ga penting .. yang penting bagaimana menyelamatkan kekayaan .. uang di bank yang menumpuk². Jangan sampai kurang sepeserpun. Kalo perlu, pemerintah harus tanggung jawab.

*sssttt .. waktu dapat untung banyak, diam² ya* 👿

Aku hanya bisa diam. Membaca kata² selama dua tiga bulan ini. Rasa²nya sebulan penuh menyerahkan diri kepada-Nya dengan membiarkan perut kosong sepertinya tiada arti lagi. Jika kehilangan uang akibat krisis, membuat dunia serasa kiamat. Sepertinya, dunia adalah segala²nya. Karena kalau tidak ada uang, anak bini ga bisa makan .. trus, apa artinya latihan puasa?

Ga penting !!!

Jika kemudian tidak ada bekas sama sekali. Kata² ku pendam dalam hati. Dalam benak. Kata² bersemayam lamaaaa sekali melihat tingkah laku ku, keluarga ku, teman² ku, masyarakat ku, negara ku, dunia ku .. semua karena kata² .. yang menciptakan ketakutan. “Bapak harus membeli asuransi kesehatan, agar ketika sakit bapak punya uang” kata suara manis sore tadi menelpon ku.

“Tapi mbak .. semua sudah ditanggung kantor. Jadi insya Allah .. rejeki yang diberikan Tuhan pada saya sudah cukup mbak.”

“Ini double cover koq pak .. jadi cukup foto copy kwitansi aja, bapak bisa dapat keuntungan ganda. Dan maaf, jika bapak sampai meninggal, ahli waris akan mendapatkan Rp.300 juta” — Loh koq malah didoakan meninggal. Bukankah sebaiknya didoakan tidak sakit?

Aku terdiam .. kata² itu menggoda. Kata² itu menyuruhku untuk tidak percaya pada takdir-Nya. Kata² itu bisa menjelma sebagai ikhtiar. Atas nama ikhtiar, manusia jadi rakus .. mengumpulkan sebanyak²nya karena takut. Seperti semut .. bekerja sekeras², siang malam dan hanya untuk menimbun dan menimbun hasil pekerjaannya.

Subhanallah … kata² manusia ternyata oh ternyata .. dapat memanipulasi pikiran. Pantas di Al-Qu’ran selalu dikatakan, beruntunglah orang² yang berpikir. Tidak percaya begitu saja dengan kata² dan akhirnya … sore ini ku letak kan kata disini, biar kata tidak menyesak didalam pikiran ku. Biar menguap bersama sang waktu.

*tutup laptop, buku Al-Qur’an .. malam Jum’at*

blok.jpg

UPDATE !!! 20 Oktober 2008

Dan .. inilah salah satu yang ku pikir kan — mungkin — akan terjadi apabila kata diletakkan sembarang. Copy paste atau hanya sekedar gosip. Seperti pengalaman seorang teman disini yang mengganggap blog adalah sampah informasi.

Iklan