blok.jpg

Waktu berlalu tanpa terasa .. hari ini, satu tahun yang lalu aku meninggalkan Jawa Timur, dua tahun yang lalu aku masih berada di Madiun menyongsong dinda datang dari Jakarta. Tiga tahun yang lalu, empat tahun yang lalu dan seterusnya .. setiap tanggal, setiap tahun, selalu ada perayaan atau peringatan .. baik tentang suka maupun duka. Ada perayaan yang dirayakan dengan meriah. Ada juga dengan bertafakur bersimbah air mata seorang diri diatas sajadah.

Apapun .. setiap hari adalah perayaan .. merayakan bahwa Allah masih memberikan kesempatan pada kita satu hari lagi untuk mensyukuri nikmat-Nya. Melihat satu tahun sebelumnya, sepuluh tahun sebelumnya, dua puluh tahun sebelumnya? .. apakah kita masih membantah soal nikmat-Nya.

Dulu kita bukan siapa². Dulu kita tidak punya apa² .. hanya seorang orok telanjang bulat. Kebetulan kita lahir ditengah keluarga yang berada. Bagaimana kalo kita ditakdirkan berada ditempat pembuangan sampah karena kehadiran kita tak diinginkan oleh kedua manusia yang hanya mau nikmatnya saja?

Dulu kita belum bisa apa². Jangankan ‘main’ internet .. membaca atau menulis saja, rasanya sebuah tantangan. Mesti disuruh² dulu, baru mau sekolah. Dan kalo bukan karena guru yang baik hati, tentu sekarang kita termasuk salah seorang dari 12,1% rakyat Indonesia yang buta huruf. Apakah perlu menyalahkan pemerintah kalo tidak ada biaya untuk sekedar belajar baca tulis?

Duli kita masih lemah. Jangankan mengangkat gelas. Untuk berdiri saja, susahnya minta ampun. Mesti merangkak dulu. Terbentur² meja, kursi, lantai dan sebagainya diimbuhi dengan raungan kesakitan. Setelah dewasa, punya otot kuat. Apalagi kalo sering fitness atau angkat yang berat² ditambah dengan makan kuat .. eala, tenaganya koq digunakan untuk tawuran. Untuk mukulin orang. Apakah itu bentuk rasa syukur kita atas energi yang diberikan oleh-Nya?

Waktu berlalu .. tak terasa usia bertambah .. ayo, sekarang umur mu berapa tahun? saya yakin bahwa tahun kemaren pasti umurmu kurang dari setahun dari sekarang? .. apa yang telah kita syukuri selama ini?

Satu tahun yang lalu, dua tahun yang lalu, tiga tahun yang lalu .. mulailah menghitung² kebaikan dan kekhilafan yang telah kita semai .. lebaran sudah lewat, akan ada lebaran yang akan datang. Apakah kita tetap masih mau seperti ini .. dari tahun ke tahun begini saja?

Iklan