blok.jpg

Tadinya aku sempat heran, koq Menteri Perdagangan, ibu Mari Elka Pangestu bilang bahwa cinta saja tidak cukup — saat ku baca headline berita di kompas.com hari ini. Tumben²nya seorang menteri wanita ngebahas soal cinta .. menteri perdagangan pula, bukan menteri peranan wanita. Tapi ku pikir, memang jaman sekarang cinta saja tidak cukup.

Ternyata .. yang dimaksud oleh beliau adalah ‘bangga’ dan ‘cinta’ produk sendiri tidak cukup. Harus ditambahkan, saya ‘menggunakan’ produk dalam negeri. Begitu.

Tapi disini, aku akan ngebahas tentang headline itu .. cinta ♥ saja tak cukup .. tuh, ada beberapa teman mengangguk sejutu 🙂 .. pasti karena pengalaman pribadi kan? dimana setelah berjalan beberapa waktu, baru menyadari bahwa untuk selalu bersama tidak saja diperlukan modal hanya cinta.

Yups .. banyak sekali yang ku lihat, perhatikan, ku alami sendiri, membaca dan nge-gosip .. bahwa pada saat ‘hubungan’ pertama terjadi antara dua mahluk ciptaan Tuhan selalu dimulai dengan rasa cinta. Bahkan ada pepatah kuno yang ngeledek : “Dari mata turun ke hati” .. ato jargon era 80-an : “Ku lihat cinta dimatanya”

Setelah berjalan beberapa waktu .. cinta yang semula melimpah ruah itu, sampai², belum nikah sudah saling memanggil dengan sapaan mama papa *ueekk* 😀 .. tiba² bubar jalan. Berlaksa alasan tercipta .. mulai dari perbedaan prinsiplah sampai adanya orang ketiga *belas* 😆

So .. terbukti. Untuk mempertahankan cinta agar langgeng sampai kakek nenek seperti doa restu yang diberikan para tamu undangan pada saat pesta pernikahan, perlu ‘menggunakan’ produk dalam negeri. Hmm .. maksud ku adalah ketika ‘produk’ itu sudah digunakan .. si pemilik produk jangan seenaknya.

Mentang² rakyat sudah menggunakan produk dalam negeri, maka hasil produksinya seenak udelnya aja. Asal jadi. Asal produksi. Asal dijual dan asal-asal lainnya. Sehingga lama kelamaan .. neg juga kan.

Akhirnya, masuklah produk luar baik lewat jalur legal maupun illegal .. nah, kalo kemudian rakyatnya jadi jatuh cinta dengan produk luar negeri .. ya jangan salahkan rakyatnya. Wong, tadinya sudah pake produk dalam negeri eh, mutunya malah ga dijaga. Ya wis, kan bebas milih toh? Golput gimana? *halah*

Jadi .. menjaga kualitas produksi itu harus. Tidak dapat ditawar² lagi. Harga mati. Makanya, ketika sudah hidup bersama 😳 .. oops .. berumah tangga, upaya untuk menjaga dan mengawal rasa cinta tak boleh kendor.

Kalo perlu .. setiap hari seperti masa pacaran. Trus, gimana dengan anak² yang sudah gede? apa ga malu? .. lah, dari pada pake produk luar negeri .. gimana? ayooo.

Iklan