blok.jpg

Dua puluh atau tiga puluh tahun yang lalu, ketika media masa masih dapat dihitung dengan jari, informasi yang ku terima di tanah kelahiran ku yang jauh dari ibukota sangat terbatas dan lambat. Secara dulu, surat kabar dan majalah berita diawasi dengan ketat. Salah sedikit, ancamannya dibredel. Begitu juga dengan televisi. Yang ada hanyalah TVRI. Sehingga berita yang ditonton lebih banyak acara seremoni. Tapi jaman sekarang .. berita apapun bisa dengan segera kita ketahui. Kalo dari surat kabar atau majalah sedikit terlambat dari televisi. Maka televisi pun bisa sedikit lebih terlambat dari internet.

Saat ini, sudah tidak tabu lagi sebuah stasiun televisi menyiarkan berita yang dikutip dari internet. Seperti kemaren, ANTV menyiarkan berita tentang moster Ancol yang mereka kutip dari youtube dan menambah liputannya dengan membandingkan ‘kutu air’ tersebut dengan ikan Piranha. Tentu hal ini akan menimbulkan keresahan masyarakat.

Syukurnya hari ini .. beberapa media cetak yang memiliki situs internet melakukan peliputan yang lebih lengkap seperti kompas.com atau media berita online seperti detik.com yang mengulas bahwa beredarnya video monster air di Pantai Ancol, Jakarta Utara, membuat sejumlah warga masyarakat resah. Anehnya orang nomor dua negeri ini belum mengetahui hal itu karena boleh jadi masalah tersebut tidak luput dari pengamatan orang² disekitar beliau.

Akan tetapi, munculnya video ”Monster Ancol” telah diketahui PT Pembangunan Jaya Ancol, pengelola Ancol. Sofia Cakti, Corporate Communication Manager, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah binatang pemakan daging yang ada di video di internet tersebut benar-benar ada atau tidak.

Jika melihat kamus besar bahasa Indonesia .. mon·ster [n] adalah 1). binatang, orang, atau tumbuhan yang bentuk atau rupanya sangat menyimpang dari yang biasa; 2). makhluk yang berukuran luar biasa (sangat besar); 3). makhluk yang menakutkan, hanya terdapat dalam dongeng, seperti ular naga raksasa.

Media masa memang dahsyat .. dapat jadi kompor yang menyala² membakar emosi .. seperti peliputan penculikan anak, eksekusi teroris, kasus mutilasi dan sebagainya sehingga pembaca jadi terhayut dengan berita yang disajikan, tapi dapat juga menyesatkan kita .. mudah²an kita semua sudah lebih dewasa untuk menyikapi berita² yang ada saat ini.

Iklan