blok.jpg

Tak mudah untuk menerima kekalahan. Tak gampang untuk mengaku kalah. Karena kekalahan sering kali menyakitkan bahkan menghancurkan. Karena telah banyak waktu dilewati. Karena telah banyak biaya dikeluarkan. Karena telah banyak kehidupan pribadi dikorbankan. Sehingga kekalahan yang diderita akan terasa seperti hidup yang tersia-siakan. Tapi benar kah demikian? benar kah kekalahan adalah hal yang memalukan. Benar kah kekalahan adalah aib. Dan benar kah kekalahan adalah kelemahan?

Masalah kekalahan sering kita dengar bahkan kita alami sendiri. Dalam dunia olah raga, hampir tiap hari kita mendapatkan kabar tersebut. Dan yang paling tragis, jika terjadi pada peperangan. Karena tidak saja pihak yang kalah yang menderita. Pihak yang menang juga membawa korban. Kita lupa .. sering kali, jalan hidup -sepertinya- menakdirkan kita harus melewati jalan kekalahan sebelum meraih kemenangan sejati.

Ada satu hal yang menarik pada peristiwa Pemilu di Amerika .. bukan, bukan soal kekalahan Mc.Cain terhadap Obama .. tapi ini tentang Pemilu delapan tahun yang lalu dimana pada saat itu penghitungan suara antara Wapres Al Gore melawan Bush berlangsung amat dramatis *jadi ingat pilkada di Jatim kemaren*

Hasil penghitungan suara secara nasional hampir selesai dan siapa pemenangnya bergantung pada penghitungan suara di Florida, yang gubernurnya adalah adik capres Bush. Suara Bush: 2.909.171, suara Gore: 2.907.387. Selisihnya amat kecil: 1.784 suara. Demikian kabar yang saya kutip dari tulisan Salahuddin Wahid di Kompas dua hari yang lalu.

Tim kampanyenya berhasil mencegah Al Gore yang sedang dalam perjalanan untuk mengakui kekalahan di depan publik. Mereka berusaha keras agar dapat di lakukan penghitungan ulang di seluruh Florida. Maka, dimulailah proses hukum yang menegangkan, yang memakan waktu beberapa pekan hingga melibatkan MA Florida dan MA Amerika Serikat.

Pemilihan menggunakan mesin yang ternyata hasil coblosannya sering tidak jelas kalau tidak cukup kuat menekannya. Perdebatan terjadi tentang standar coblosan yang bisa diakui sebagai tanda bahwa si pemilih telah menentukan pilihannya.

Sempat dilakukan penghitungan ulang untuk sejumlah county dan selisih suara menurun tinggal 327 suara. Terjadi tekanan massa pendukung Bush untuk menghentikan proses penghitungan ulang di sebuah county. Lalu, ada perintah untuk menghentikan penghitungan ulang.

Tim Al Gore masih tetap ingin berjuang. Al Gore menelepon ketua tim untuk menghentikan perjuangan itu. Salah satu kalimat Al Gore amat menarik: ”Kalaupun aku menang (dalam penghitungan suara), rasanya aku tidak menang (dalam pengertian lebih luas). Ayahku mengatakan bahwa kekalahan dan kemenangan itu dibutuhkan untuk memuliakan jiwa kita.”

Lalu, Al Gore tampil dalam acara TV bersama Bush yang ada di tempat lain untuk mengakui kekalahan dan menyampaikan selamat kepada Bush. Tidak ada protes atau demo pendukung Al Gore. Ternyata Al Gore betul, dia menerima hadiah Nobel, sedangkan Bush dianggap sebagai salah satu Presiden AS terburuk.

Aku yakin .. teman² pasti punya cerita tentang kekalahan yang dialami sendiri dan sampai sekarang kalian tetap survive bahkan mungkin saat ini sedang menikmati kemenangan yang gemilang.

Berikut beberapa postingan yang terkait :
1. Teladan untuk bangkit dari kekalahan.
2. Kekalahan dalam perlombaan.
3. Berjuang untuk naik peringkat.
4. Yang lain telah kalah duluan.
5. Untuk menang ciptakan energi positip.

Iklan