blok.jpg

Tadi malam, ketika aku sedang asik²nya menonton berita disalah satu stasiun televisi swasta, tiba² membaca running text yang terpampang dilayar televisi yang isinya mengabarkan bahwa salah satu blog dengan domain WordPress telah memuat komik yang berisikan tentang nabi Muhammad. Tak kurang dari Depkominfo meminta pemilik blog atau WP tersebut untuk menghentikan pemuatan komik tersebut dalam blog berbasis WP karena telah dinilai menghina umat Islam. Aku sebagai salah satu pengguna jada WordPress sontak kaget. Dan mencoba mengingat teman² blog yang selama ini ku nilai postingannya sedikit kritis terhadap ajaran Islam. Rasa²nya — menurut ku, tidak ada blogger yang ku kenal akan berbuat senekat itu.

Ketika pagi hari ini aku coba mencari info tentang hal itu, blog tersebut sudah ga bisa diakses lagi. Karena menurut WordPress, “This blog has been archived or suspended for a violation of our Terms of Service.” Postingan tentang komik tersebut — konon — sudah ada sejak 9 hari yang lalu. Tapi aku ga ngeh kalo ada komik seperti itu. Lalu aku coba mencari tahu di BOTD yang ternyata pada hari telah tersebar berbagai tanggapan masalah komik tersebut.

Aku mencoba mengali lebih dalam lagi tentang perihal kata menghina menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dimana meng·hi·na [v] berarti : 1 ). Merendahkan; memandang rendah (hina, tidak penting); 2). Memburukkan nama baik orang; menyinggung perasaan orang (seperti memaki-maki, menistakan); .. sehingga aku mencoba memahami pesan yang ingin disampaikan oleh blogger keblenger itu.

Jika seseorang tidak sependapat dengan pandangan dan ajaran suatu agama, maka aku pikir orang tersebut tidak harus memeluk agama itu. Tapi orang tersebut tidak punya hak untuk merendahkan — apalagi memburukan, suatu keyakinan. Karena yang menjalani, merasakan, meyakini agama tersebut tentulah umatnya sendiri.

Dan aku yakin .. dalam ajaran Islam atau agama manapun juga, tidak ada pemaksaan orang untuk menjadi umatnya. Walaupun aku belum melihat komik yang kontroversial tersebut, tapi mengapa dia begitu nekad untuk memposting komik tersebut? .. apakah pada saat mempostingkan komik tersebut, dilakukan secara sadar, cuma iseng² saja atau apa? tentu hanya si pemilik blog itu yang tahu.

Apakah hanya karena alasan kebebasan berereksi berekspresi dan berpendapat itu memboleh seseorang untuk menghina atau merendahkan orang lain? .. tentu tidak. Bagaimana seandainya kita sendiri yang mengalaminya? Dihina, dicaci dan dilecehkan? tentu kita tidak terima diperlakukan seperti itu.

Aku coba memahami. Tapi aku tetap tidak bisa paham. Bukankah kepercayaan atau mempercayai sesuatu itu sangat induvidualistis? .. bukan soal matematika atau logika. Sehingga selama keyakinan orang tersebut tidak merugikan orang lain, seharusnya kita wajib menghormati bukan dilecehkan atau dihina.

Pada saat seseorang telah merendahkan atau memburukan nama baik seseorang, tentu perbuatan orang tersebut sudah masuk keranah hukum bukan lagi tentang kepercayaan atau keyakinan seseorang. Bukan lagi tentang kebebasan berpendapat dan menyampaikan ekspresi baik lewat tulisan maupun komik. Bukan lagi tentang mencari kebenaran atau kesalahan.

Masih banyak cara untuk berdiskusi atau berdebat dengan cara² yang beradab, yang bermatabat dan yang gallant. Yang pasti .. apa yang disampaikan seseorang akan mencerminkan siapa orang tersebut. Dan saya pun jadi teringat dengan kata : Siapa menabur angin, dia akan menuai badai.

Saya percaya .. kita sudah cukup dewasa untuk memahami semua ini. Dan saya juga percaya .. pemerintah akan mengambil langkah² tegas agar tidak terjadi peristiwa yang tidak kita inginkan bersama. Bahkan di Amerika pun, ketika Obama menjadi Presiden pun, justru sentimen RAS meningkat. Ada apa ini? .. aku masih bertanya.

Tulisan yang terkait :
1. Mendapatkan bukti komik tersebut memang ada.
2. Siapa sebenarnya si pembuat onar.
3. Pembelaan untuk yang tersudutkan.
4. Pendapat tentang komik tersebut.
5. Pemerintah tak lengah soal SARA.

blok.jpg

UPDATE !! 21 November 2008

Aku sebenarnya belum pernah melihat komik yang menghebohkan tersebut. Tapi dari beberapa komentar yang ku baca dibeberapa blog ‘terpanas’, aku mendapat informasi bahwa komik itu di-create dari sumbernya di Youtube yang kemudian dialihbahasakan dan dimuat kedalam blog di WordPress.

Topik bahasan pada Youtube tersebut mengenai surah At-Tahrim (66) dan diinterpretasi sendiri oleh pembuat video tersebut dilengkapi dengan ilustrasi berupa komik. Mirip dengan video Fitna di Youtube yang menghebohkan tempo hari.

Berdasarkan Al Quran Digital, surat At-Tahrim itu adalah surat yang terdiri atas 12 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Hujuraat. Dinamai surat At Tahrim karena pada awal surat ini terdapat kata tuharrim yang kata asalnya adalah Attahrim yang berarti mengharamkan.

Pokok-pokok isinya :

1. Keimanan:
Kesempatan bertaubat itu hanyalah di dunia saja, segala amal perbuatan manusia di dunia akan dibalas di akhirat.

2. Hukum-hukum:
Larangan mengharamkan apa-apa yang dibolehkan Allah SWT, kewajiban membebaskan diri dari sumpah yang diucapkan untuk mengharamkan yang halal dengan membayar kaffarat; kewajiban memelihara diri dan keluarga dari api neraka; perintah memerangi orang-orang kafir dan munafik dan berlaku keras terhadap mereka di waktu perang.

3. Dan lain-lain:
Iman dan perbuatan baik atau buruk seseorang tidak tergantung kepada iman dan perbuatan orang lain walaupun antara suami isteri, seperti isteri Nabi Luth AS, isteri Nabi Nuh AS, isteri Fir’aun, dan Maryam.

Sekedar mengingatkan .. agar kita semua selalu menjaga kesatuan dan persatuan serta saling menghormati perbedaan pendapat tanpa harus melakukan black campaign karena hal tersebut tidak menyurutkan bertambahnya jumlah pemeluk Islam — walaupun akibat pertumbuhan kelahiran, seperti yang dilangsir oleh kantor berita Reuters yang saya copy paste kan dibawah ini :

VATICAN CITY (Reuters) – Islam has overtaken Roman Catholicism as the biggest single religious denomination in the world, the Vatican said on Sunday.
Monsignor Vittorio Formenti, who compiled the Vatican’s newly-released 2008 yearbook of statistics, said Muslims made up 19.2 percent of the world’s population and Catholics 17.4 percent.
“For the first time in history we are no longer at the top: the Muslims have overtaken us,” Formenti told Vatican newspaper L’Osservatore Romano in an interview, saying the data referred to 2006.
He said that if all Christian groups were considered, including Orthodox churches, Anglicans and Protestants, then Christians made up 33 percent of the world’s population — or about 2 billion people.
The Vatican recently put the number of Catholics in the world at 1.13 billion people. It did not provide a figure for Muslims, generally estimated at around 1.3 billion.
Formenti said that while the number of Catholics as a proportion of the world’s population was fairly stable, the percentage of Muslims was growing because of higher birth rates.
He said the data on Muslim populations had been compiled by individual countries and then released by the United Nations, adding the Vatican could only vouch for its own statistics.
(Reporting by Silvia Aloisi; editing by Andrew Roche)

Dan kabar terbaru, si pemilik blog yang memuat komik ‘bermasalah’ tersebut melakukan pengakuan ‘dosa’ yang — menurutku, cukup meragukan alasannya karena terlalu naif. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran berharga dari peristiwa ini.

Sudah ya, kisah ini cukup sampai disini aja dan aku harap semua dapat menahan diri .. dan sekarang aku mau bobo dulu .. sudah ngantuk nih 🙂

Iklan