blok.jpg

Berapa kali kamu gagal dalam melakukan sesuatu sampai kamu berhasil melakukannya dengan baik? .. begitu pertanyaan seorang teman pada ku. Hmmm .. kalo ku ingat² .. rasa²nya sih kalo aku gagal sekali, paling banter aku akan menyoba sekali lagi. Trus, kalo ternyata masih gagal juga .. buat nyoba ketiga kalinya, biasa aku berpikir kembali untuk melakukannya. Yang ada malah membathin : “Jangan² memang bukan takdirku / nasibku / rejeki ku / dlsbnya disini” .. begitu. Jadi .. ga pernah aku mencoba sesuatu lebih dari tiga kali. Kalo gagal. Ku tinggal🙂 .. parah ya? ku pikir mungkin ga hoki. Jadi mesti mencoba sesuatu yang lain.

pendy-sihite-2 Tapi .. tadi pagi, ketika aku membaca Kaltim Pos edisi 27 November 2008 halaman 4 aku terkesan dengan pengalaman seorang siswa SPN Balikpapan bernama Pendy Sihite yang diwisuda sebagai lulusan terbaik seperti yang diceritakan oleh Aris.

Pendy Sihite yang lahir di Pematang Siantar pada tanggal 12 September 1987 ini ternyata jatuh bangun menggejar impian. Tidak kurang dari lima kali kegagalan yang dialaminya sebelum benar² diterima sebagai siswa SPN di Balikpapan yang lulusannya tentulah akan menjadi seorang polisi.

Anak ke 3 dari 6 bersaudara ini begitu lulus SMA di Sumatera Utara sana, langsung membantu orang tua menjadi buruh di sawah dengan upah Rp.25 ribu sehari sambil mengikuti test untuk masuk Polisi atau Tentara. Hmm .. bayangkan bagaimana susahnya dia untuk menempuh jalan hidup ini.

Kemudian, karena sudah dua kali ikut test masuk SPN di Medan gagal terus dan satu kali mengikuti test untuk Akademi Militer di kota yang sama juga gagal maka dia merantau ke Jakarta. Siapa tahu hokinya ada di Jakarta. Begitu mungkin pikirannya hehehe🙂

Akan tetapi .. ternyata di Jakarta ga lebih baik dari Medan. Baru ikut satu kali test, gagal lagi .. dan selama 4 bulan di Jakarta, dia sempat menjadi buruh bangunan, tentunya agar tetap survive di Jakarta.

Aku kurang tahu mengapa akhirnya di memutuskan ke Balikpapan bukan ke kota lainnya, misalnya ke Magelang. Padahal di Balikpapan pun dia ga lebih baik dari Medan dan Jakarta karena ketika satu kali mengikuti test masuk tentara di Balikpapan, dia gagal juga .. OMG!!! sudah lima kali gagal.😦

Rupanya .. lae kita yang satu ini benar² digebleng oleh kehidupan .. karena selama di Balikpapan dia pernah jadi ngamen di Melawai — semacam tempat nongkrongnya anak gaul Balikpapan di pinggir laut. Kemudian dia juga berjualan es di Lapangan Merdeka — bahkan rombong es-nya malah disita Satpol PP.

Disamping itu, dia aktif juga di gereja sehingga gampang mendapatkan teman baru dan saudara baru. Dan perkenalan dari teman ke teman semakin banyak, akhirnya dia bertemu dengan orang tua angkat seorang Letkol TNI di Kodam VI Tanjungpura!!

Dan ternyata, orang tua angkatnya itu bukanlah orang Batak dan seiman dengan lae Pendy tapi seorang Jawa dan beragam Islam pula. Hmm .. satu bukti lagi fren .. bahwa bhinneka tunggal ika itu masih ada di bumi pertiwi ini dan takdir memang tidak bisa kita duga.

Akhirnya .. saat ini, lae Pendy sudah menyelesaikan pendidikannya di SPN dan tentunya sebentar lagi dia akan menjadi abdi negara untuk menjaga keamanan kota Balikpapan. Suatu perjuangan yang patut ditiru. Gagal berkali² tidak berarti menyerah.

Well .. bagaimana dengan kalian. Berapa kali kalian gagal baru menyerah? atau .. tidak pernah ada kata menyerah buat kalian?