blok.jpg

Boleh jadi, diwaktu² mendatang kita harus terbiasa dengan perubahan harga premium yang dapat terjadi sewaktu² dalam rentang waktu yang lebih singkat dan terus menerus. Karena pemerintah segera mencoret premium dari daftar bahan bakar minyak bersubsidi. Artinya, harga premium akan ikut berfluktuasi sesuai dengan fluktuasi harga minyak dunia. Moment penurunan harga minyak dunia yang terendah sejak 4 tahun terakhir tidak ingin dilewatkan pemerintah begitu saja untuk mengambil kebijakan menghapuskan subsidi untuk bahan bakar jenis premium.

Akan tetapi khusus untuk bahan bakar jenis solar, minyak tanah dan elpiji kemasan 3 kg tetap akan mendapatkan subsidi dari pemerintah karena — menurut Yusuf Kalla — pemerintah akan mensubsidi yang betul² untuk yang komersial. Yang komersial itu sebenarnya solar karena bahan bakar tersebut lebih banyak digunakan oleh industri, termasuk nelayan.

Jadi .. seperti halnya harga Pertamax yang sudah sejak setahun lebih ditetapkan berfluktuasi mengikuti harga pasaran dunia. Dan perubahan tersebut biasanya sekitar 2 minggu sekali .. dimana aku — sempat mengalami selama setahun terakhir — membeli pertamax dikisaran harga Rp.7 ribuan hingga hampir mencapai Rp.11 ribu per liter.

Rentang harga tersebut tentu harus dapat diantisipasi. Masalahnya, jika harga yang selalu berubah² tersebut, tentu akan menyulitkan dunia usaha — terutama usaha micro dan kecil — yang lebih banyak menggunakan bahan bakar premium dibanding solar, khususnya dalam menetapkan harga jual khususnya untuk biaya distribusi.

Apapun, tentu ada hikmah dari kejadian ini. Dimana presiden sempat mengatakan bahwa harga minyak bisa menembus USD 200 per barel. Hal ini karena permintaan yang lebih tinggi dari penawaran. Tapi .. belum genap setahun, pendapat yang ‘menakutkan’ itu lenyap begitu saja karena harga minyak dunia sempat menyentuh angka USD 40,50 per barel.

Yang anehnya, penurunan harga yang begitu drastis tersebut, menurut para pakarnya, karena menurunnya permintaan dunia. Hmm .. apa iya, permintaan begitu rendahnya sehingga harga menjadi begitu murah? .. wallahualambisawab .. hanya mereka² yang berkecimpung dibidang perminyakan yang tahu jawabannya dan juga para pialang² di pasar keuangan tentunya.

Jadi .. siapkan diri dari sekarang kalo melihat harga premium akan mencapai lebih dari Rp.10 ribu per liter apabila nanti harga minyak dunia melonjak hingga USD 200 per barel. Dan tentunya, tidak ada demo menuntut penurunan minyak dan menggulingkan pemerintah dengan alasan turunkan harga premium lagi.😦

blok.jpg

UPDATE !! 15 Desember 2008

Seiring dengan semakin menurunnya harga minyak dunia hingga mencapai sekitar USD 40 per barel maka mulai hari ini jam 00:00 tadi, pemerintah telah menurunkan harga bahan bakar minyak bersubsidi khususnya untuk Premium dan Solar. Selanjutnya harga BBM di Indonesia dari waktu ke waktu — insya Allah akan diupdate.

Tanggal berlaku __ Premium _____ Solar ____ Minyak Tanah
00-00-0000 ………Rp.4.500,- … Rp.4.300,- … Rp.2.000,-
24-05-2008 …….. Rp.6.000,- … Rp.5.500,- … Rp.2.500,-
01-12-2008 …….. Rp.5.500,- … Rp.5.500,- … Rp.2.500,-
15-12-2008 …….. Rp.5.000,- … Rp.4.800,- … Rp.2.500,-
15-01-2009 …….. Rp.4.500,- … Rp.4.500.- … Rp.2.500,-