blok.jpg

Dua minggu lagi .. tahun 2008 akan segera berakhir, begitu juga dengan tahun hijriah 1429. Waktu berjalan terus. Usia pun bertambah. Pernahkah bertanya pada diri sendiri. Apa yang sudah kita lakukan selama ini? .. berapa banyak perbuatan kita yang telah membawa kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain? … dan berapa banyak pula perbuatan yang telah membawa kesusahan untuk diri sendiri dan orang lain. Bersyukurlah orang² yang dapat membuat kebaikan lebih banyak dari pada keburukan.

Dalam khotbah Jum’at kemaren, aku diingatkan oleh penceramah tentang tiga wasiat yang disampaikan oleh Rasulullah pada setiap akhir tahun. Wasiat ini menyadarkan ku bahwa dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia sebagai tanda bahwa masa ‘kontrak’ kita didunia juga semakin mendekati tanggal jatuh tempo — yang kita tidak tahu kapan.

Salah satu tanda mendekati masa jatuh tempo kontrak adalah dengan berakhirnya tahun 2008 diganti dengan 2009, tahun 1429 diganti dengan 1430 .. apakah tahun baru yang akan tiba tersebut sebagai waktu jatuh tempo kontrak kita? .. wallahualambisawab.

Oleh karena itu, sebelum semuanya menjadi kasep.
Sebelum tanggal jatuh tempo ‘kontrak’ kita terungkap.
Sebelum sesal kemudian tak berguna ..
dan sebelum nasi menjadi bubur .. bolehlah kita mengingat² ketiga wasiat Rasulullah tersebut :

1. Menyiapkan bekal.
Ibarat akan berangkat ke suatu tempat. Kita selalu menyiapkan bekal bukan? .. misalnya uang yang cukup, pakaian ganti selama diperjalanan dan ditempat sana, tiket jika akan menggunakan angkutan umum atau cek kondisi kendaraan jika membawa sendiri.

Demikian juga dengan kehidupan. Setelah kontrak ‘hidup’ jatuh tempo dan tidak dapat direscheduling lagi .. maka kita harus segera ‘berangkat’ kesana. Kira² apa saja yang kita harus bawa? .. masa cuma lenggang kangkung sih?

Menurut penceramah .. bekal yang harus kita siapkan adalah amal saleh. Begitu juga dengan ibadah wajib yang harus dilakukan, seperti : sholat, puasa dan zakat serta haji (untuk yang mampu) .. pokoknya perbuatan² di dunia yang mendapatkan ‘point’ untuk ditukarkan dengan tiket ke surga.

2. Perbaiki kapalmu.
Seperti ketika kita melakukan perjalanan keluar kota, acap kali kita menggunakan kendaraan — baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi. Agar perjalanan lancar, tentunya wahana angkutan tersebut kudu diperiksa kehandalannya. Jangan sampai ditengah jalan nanti mogok. OMG!!! cape deee.

Dikisahkan oleh si penceramah bahwa kendaraan atau kapal ini adalah hati kita. Sehingga untuk mendapatkan ‘point’ reward yang banyak untuk mengumpulkan ‘minimal saldo’ tentu diperlukan hati yang bersih.

Selalu merasa bersyukur dengan apapun yang diberikan-Nya pada kita. Tidak iri ketika tetangga mempunyai mobil baru. Tidak sakit hati ketika teman seangkatan dipromosikan dan sebagainya.

3. Bersihkan rintangan.
Begitu juga dalam perjalanan .. ada kemungkinan kita akan menemukan berbagai halangan dan rintangan. Boleh jadi ban yang kempes, bensin yang habis, accident dan sebagainya.

Nah .. dalam menjalani hidup pun begitu. Selalu ada cobaan, ada godaan yang membuat kita lalai, membuat hati kita ternoda, membuat semuanya tidak berjalan tidak kearah yang sebenarnya.

Begitulah … sebuah wasiat yang boleh direnungkan, diyakini dan dijalani. Boleh jadi kita tidak sependapat dengan analogi² diatas. Apapun .. sebentar lagi tahun 2008 dan 1429 akan usai. Adakah waktu buat kita untuk tetap melepas tahun 2009 dan 1430 yang akan datang?