blok.jpg

Ada satu pelajaran yang ku dapat hari ini yang kudapat ketika sedang antri untuk boarding ke pesawat Garuda jurusan Jakarta melalui Gate A03 bandara Sepinggan. Pada saat bersamaan — di Gate yang lebarnya hanya sekitar 3 meter itu — ada penerbangan lain yang antri di Gate tersebut yaitu Citilink jurusan Surabaya. Karena antrian cukup padat dan panjang — maklum musim liburan — membuat penumpang Citilink dan Garuda tersebut berbaur menjadi satu dan kisruh.

Kemudian salah seorang staff Garuda mengumumkan kepada para penumpang bahwa untuk penumpang Citilink agar mengambil antrian sebelah kiri sedangkan untuk penumpang Garuda mengambil antrian sebelah kanan.

Karuan saja terjadi kehebohan kecil. Saling bertukar dan membentuk antrian sesuai dengan instruksi yang diberikan. Penumpang Citilink disebelah kiri dan Garuda disebelah kanan.

Ketika tiba di muka pintu tempat petugas pemeriksa boarding pass .. sang petugas kebingungan .. karena instruksi tidak berjalan sesuai dengan keinginan. Petugas yang memeriksa boarding pass Citilink berhadapan dengan penumpang Garuda, sedangkan petugas pemeriksa boarding pass Garuda berhadapan dengan penumpang Citilink.

Pelajaran apa yang ku peroleh?

Untuk memahami orang lain .. walaupun mempunyai kalimat atau bahasa yang sama — kita tetap harus berada pada posisi orang tersebut.

Petugas mengatakan Citilink sebelah kiri dan Garuda sebelah kanan itu berarti Citilink sebelah kanan dan Garuda sebelah kiri dilihat dari posisi penumpang.

Sama² menggunakan kata KANAN dan KIRI .. tapi karena posisi berbeda — berhadap²an — maka dampaknya sangat bertolak belakang. Itulah pelajaran dihari Natal ini.