blok.jpg

Setelah postingan membangun rumah, seorang teman mengusulkan untuk menulis tentang membangun usaha. Lah, iya toh. Masa sudah ada rumah, tapi usahanya belum ada?? .. disamping itu, tahun 2009 dibayang²i oleh ‘horor’ PHK dan kebetulan — dari blogwalking kemaren — aku menemukan blog yang inspiratif dan sangat ngomporin untuk menyakinkan pada ku bahwa peluang pasar masih terbuka luas untuk berusaha.

Untuk membangun usaha bisa dimulai dari nol dan tanpa modal yang berarti. Tapi juga bisa dari puing² keterpurukan usaha *halah lebai banget* agar bisa bangkit kembali. Yang pasti, mulai dari manapun, kita kudu tahu bagaimana cara membangun usaha agar tegak berdiri *lebai lagi*🙂

Seperti halnya membangun rumah. Kita perlu lahan untuk memasang pondasi. Trus setelah pondasi siap .. baru mendirikan tiang dan dinding. Setelah itu, pasang atap deh. Selesai? .. ya belom lah. Masih ada tahap lainnya, yaitu finishing seperti pengecatan, pasang jendela dan pintu dan sebagainya. Dan yang terpenting .. isi rumahnya coi. Mesti adem dan tentram🙂

*bang .. bang .. ‘ni ngomongin usahe ape rumeh sih?*

Membangun usaha juga perlu lahan, yaitu pasar, tempat kita membangun usaha tersebut. Apabila pasarnya udah ada. Maka kita bangun pondasinya, yaitu jenis usaha apa yang kita kuasai atau sumber daya apa saja yang kita miliki untuk memulai usaha.

Pada umumnya, sumber daya yang sering menjadi kendala adalah dana alias fulus alias doku alias duit alias uang *halah lebai* sehingga ketiadaan fulus lebih mudah mematikan semangat kita untuk memulai usaha, apalagi kalo ngelirik tetangga kiri kanan yang ‘rumahnya’ sudah gedong😦

Nah, jika belum punya modal kuat. Tapi punya semangat kuat, itu lebih oke … kita bisa memulai pondasi dengan berbekal pulsa🙂 .. eit, benaran .. pulsa buat menghubungi supplier dan buyer. Istilah jadulnya, kita jadi makelar dulu karena kita belum kuat beli barang/jasa .. tapi kita sudah tahu ada yang butuhkan barang/jasa tersebut.

Singkat cerita .. kalo kita sudah bisa ngedapatin barang/jasa tinggal mencari pelanggan. Nah, selain pake pulsa, kita juga bisa halo-halo di mailing list, blog atau sarana internet lainnya. Liat aja .. sampe², kang ojek juga punya website loh buat menjaring pelanggan.

Pondasi usaha sudah ada .. mesti buat tiang dan dinding, biar ‘usaha’ ga masuk angin, bebas debu dan ga mudah dimalingi. Dengan cara, membuat standar layanan ato produksi. Menetapkan harga yang kompetitif dengan mutu barang yang aduhai🙂 .. serta segera dipatenkan kalo barang tersebut bakal digarong dibajak oleh orang lain.

Tahap akhir membangun usaha … membuat atapnya biar ga kepanasan dan kehujanan. Dengan cara membuat planning masa depan buat jaga² dari segala kendala. Terus, bikin purna jual yang ciamik biar konsumen ga kemana².

Selanjutnya .. seperti juga rumah. Biar penghuninya betah, kita kudu bikin konsumen juga betah berlama² menjadi pelanggan kita. Ciptakan ‘suasana’ keakraban, kekeluargaan dan jangan segan² kasih hadiah.

Udah ya .. nanti saya mau membahas cara membangun yang lainnya lagi. Membangun rumah sudah, membangun usaha sudah .. pengennya sih nulis membangun bangsa, membangun iman ato .. teman² ada usul?