Runtuh sudah kesakralan .. punah sudah ‘kerajaan’ .. peristiwa tadi malam membawa atmosfir baru buat bangsa ini. Bagaimana tidak? .. seorang Presiden, didepan jutaan pemirsa televisi melakukan debat dengan para penantang-nya yang akan ‘mengambil’ singasana negeri nusantara. Tak pernah terbayangkan .. bahwa suatu hari, aku menyaksikan bagaimana orang nomor satu di negeri ini, ‘meladeni’ para kandidat yang dapat menggantikannya.

Terlepas dari pro dan kontra terhadap acara tadi malam .. ada yang berpendapat bahwa acara debat tanpa perdebatan hingga protes acara debat koq akeh iklan ne?? sehingga untuk selanjutnya iklan akan digusur .. bukan oleh Kamtib tapi oleh KPU — adalah suatu perubahan mendasar buat bangsa ini.

Saya masih teringat .. bahwa sebelum Indonesia ada .. negeri ini terdiri dari berbagai macam kerajaan. Mulai dari Sumatera hingga timur Indonesia. Dalam salah satu episode Metro File, saya sempat menyaksikan bahwa pembentukan negara Indonesia salah satunya atas ‘restu’ dari kerajaan yang ada di nusantara.

Sehingga ketika negara ini berdiri .. suasana kerajaan ‘terasa’ begitu kental. Mulai dari mencanangkan raja Presiden seumur hidup, sampai ‘pengangkatan’ pangeran wakil kawula yang dari kalangan ‘berdarah biru’ sehingga segala adat istiadat ‘kerajaan’ lengkaplah sudah.

Sangat menarik mengikuti perjalanan bangsa ini. Ketika saya membaca salah satu pendapat yang mengatakan bahwa budaya harus dilawan dengan budaya. Untuk mengubah suatu budaya maka diciptakan budaya yang berlawanan.

Rasanya sulit membayangkan .. acara debat dapat dilangsungkan ditengah² keluar kerajaan apalagi disaksikan oleh para kawula jelata. Pamali. Menghilangkan wibawa. Dan mencemarkan nama baik.

Dan tadi malam .. episode baru telah dimulai. Bangsa ini ingin membiasakan diri dengan budaya baru. Berdebat. Terutama dikalangan untuk kalangan atas. Boleh jadi, kita masih jauh untuk menyaksikan debat yang seru dan panas seperti di negara² yang sudah terbiasa berdebat.

Tapi ga mengapa .. karena bangsa Indonesia bukan bangsa Amerika apalagi Eropa. Karena bangsa Indonesia tetap menghormati pemimpinnya. Tidak perlu kita menjadi western, kalo bisa, bangsa ini menemukan pola Demokrasi ala Nusantara.

Terbayang lagi .. apakah mungkin suatu hari nanti, kita akan menyaksikan Presiden Indonesia akan seperti George W.Bush dengan ‘sepatu’ terbangnya atau seperti yang barusan terjadi .. Obama dan lalat saat sedang diwawancara di televisi.