Beberapa hari belakangan ini, sepertinya ‘ada’ yang terus mengikuti ku dan membimbing ku bahkan sampai terbawa dalam mimpi segala. Puncaknya terjadi pada hari Jum’at kemaren, ketika aku sedang berbincang² dengan mahasiswa yang sedang magang di kantor ku dimana salah seorang dari mereka bertanya : “Mukjizat apa yang bapak alami hari ini ?” .. untuk membuktikan ‘kotbah’ bahwa setiap hari aku melihat mukjizat dari Allah ..

Langsung ku tunjukan bahwa sebelum Jum’atan, aku sempat berbincang dengan mereka soal teori ekonomi khususnya masalah risiko dimana aku mengatakan bahwa semua bisa berbeda dari berbagai sudut pandang dan tidak ada yang 100% tepat untuk menjelaskannya.

Dan saat kotbah Jum’at .. khatib berwasiat yang intinya bahwa kebenaran itu satu, keadilan itu satu .. dan menjadi banyak karena sudut pandang yang berbeda. Renungan tersebut terus bergulir saat kutipan itu ku letak kan di facebook ku.

Perbincangan terus berlanjut ketika ku tanya kan kepada mereka, apa kah mereka takut akan masa depan? dan apakah mereka yakin apa yang mereka lakukan saat ini adalah atas jerih payah mereka?

Dan malam ini, tiba² aku menerima pesan singkat dari seorang sahabat yang menuliskan :

Orang yang paling tenang adalah orang yang percaya bahwa tidak ada satu pun yang bisa terjadi tanpa seijin Allah SWT

Tidak perlu kau kawatirkan soal masa depan mu. Tidak perlu kau kawatirkan anak istri mu. Tidak perlu kau kawatirkan pekerjaan mu. Tidak perlu kau kawatirkan harta mu. Begitu kira² pesan yang ingin sampaikannya.

Memang Allah dalam surah Al Baqarah ayat 155 mengatakan “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah2an. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” .. tapi ketakutan itu sebagai ujian atas kesabaran kita.

Dan beberapa saat yang lalu aku menerima komentar dari seorang pembaca yang menceritakan indahnya menjadi orang sabar. Semoga aku juga termasuk dalam orang² yang bersabar.