IMG00791-20091001-1402 Hari ini tepat seminggu yang lalu .. apa yang kualami pada tanggal 30 September 2009 tak akan pernah ku lupakan. Tapi, apabila hanya tersimpan didalam benak. Mungkin ada yang terlewatkan sehingga ku putuskan untuk ku letak kan disini, detik demi detik saat berlangsungnya gempa. Selain kata, aku coba akan berusaha untuk memuat foto dan videonya. Semoga WP ini dapat mengakomodasinya.

17:15:00 Ku lihat jam tangan ku. Jarum menunjukan ke angka lima dan tiga. Masih ada 45 menit lagi untuk menuntaskan pekerjaan hari ini. Ya aku berencana pulang sekitar jam 18:00. Masih ada beberapa dokumen yang harus ku selesaikan. Aku segera keluar dari ruang kerja ku di lantai 4 ke office hall dilantai yang sama.

17:15:30 Aku sudah berdiri dibagian depan dengan dua kolega ku yang lain. Sementara beberapa rekan kerja lainnya sudah membentuk lingkaran. Masih ada beberapa yang baru menuju ke hall. Sedangkan beberapa lainnya mempersiapkan acara pelepasan dua orang pegawai yang mengakhiri masa kontraknya. Ku lihat dua bingkisan tanda mata diletakan diatas meja bundar yang berjarak sekitar 7-8 langkah disisi kanan ku.

17:16:00 Ketika sedang memperhatikan rekan² menyiapkan diri untuk memulai acara pelepasan, tiba² aku dikejutkan bunyi dentuman. Detik pertama aku belum menyadari apa yang terjadi. Baru ketika rekan² didepan ku berteriak : “Gempa !!” aku pun tersadar bahwa terjadi gempa. Tapi seperti biasa, aku tidak langsung kabur. Karena selama di Padang, sudah sekitar 3-4 kali aku merasakan goncangan gempa yang kuat dan aku tetap berada didalam ruang kerja ku saat teman² berhamburan keluar.

17:16:30 Ku lihat rekan² kerja ku pada berhamburan. Ada yang berlari ke ruang belakang dan ada yang berlari ke tangga depan. Detik berikutnya yang ku ingat adalah : bersembunyi dibawah meja !! .. itu satu²nya pengetahuan yang ku ingat pada saat itu. Sayangnya office hall tidak ada meja. Yang ada meja tamu — yang rendah sehingga ga mungkin buat sembunyi — dan meja bulat tempat meletakkan bingkisan tanda mata. Segera ku rebah kan badan ku dibawah meja tersebut.

17:17:00 Saat berada dibawah meja, aku merasa goncangan semakin kuat. Ku merasa ada seorang rekan ikut bergabung dibawah meja bundar itu. Jujur, aku tak sempat memperhatikan siapa yang disamping ku itu. Aku hanya fokus pada situasi didepan ku. Goncangan yang menghentak² seperti tidak rela aku bersembunyi dibawah meja. Posisi jongkok-ku tak bisa kupertahankan. Sehingga aku merubah posisi menjadi duduk dilantai agar seimbang. Sementara eternit, alumunium penyanggah, lampu, sudah mulai berguguran. Aku seperti sedang mengenakan payung menahan hujan turun. Saat itu aku baru ingat untuk merekam peristiwa tersebut !! .. sayang, BlackBerry ku ada di kamar kerjaku. Diatas meja. Karena sedang di charge melalui laptop ku. Aku langsung membayangkan laptop ku dan BlackBerry bersentuhan dengan runtuhan eternit. Aku cuma pasrah. Mungkin memang bukan rejeki.

17:17:30 Aku berdoa terus menerus, agar goncangan tidak berlangsung lama. Karena ku pikir kalo gempa melebihi 1-2 menit, ku pikir bangunan tempatku berpijak akan roboh. Aku tak sanggup untuk membayangkannya. Syukurlah beberapa detik kemudian goncangan berangsur mereda dan berhenti sama sekali. Begitu berhenti. Segera aku keluar dari bawah meja bundar itu menuju ke ruang kerja ku. Lampu kembali menyala.

17:18:00 Pertama kali kulihat dalam ruang kerjaku adalah eternit. Alhamdulillah, tidak ada yang rontok. Tapi tunggu dulu, ruang kerjaku berantakan hasil dari ambruknya buffet atau lemari televisi. Diatas mejaku, yang ketika kutinggalkan masih berserakan kertas kerja dan dokumen sudah berpindah kelantai. Puji Tuhan, laptop ku masih dengan manis berada diatas meja begitu juga dengan BlackBerry ku. Hanya sedikit berdebu seperti sudah lama ditinggalkan.

17:18:30 Buru-buru ku matikan laptopku tanpa melewati proses shutdown. Segera kucabut semua kabel powernya dan kukemas kedalam tas kerjaku. Laci² mejaku sudah berhamburan kelantai. Aku mencari dompet ku dan handphone ku yang lain. Semua masih ada ditempatnya.

17:19:00 Satu persatu barang² tersebut kumasukan kedalam tas. Baru aku melihat sekeliling meja ku. Ku temukan printer HP ku telah jungkir balik kesisi meja. Monitor LCD PC ku tertelungkup diatas meja. Gelas minuman terhempas dilantai dan pecah. Airnya membasahi karpet. Semua berkas yang ada dimeja dan lemari kecil dibelakang meja keluar dan bersatu diatas lantai.

17:19:30 Porak poranda. Dan aku langsung men-setting BlackBerry ku ke posisi camera. Segera ku pilih video camera. Dan aku mulai mengarahkan lensanya untuk menangkap situasi sekeliling ruang ku. Meja dan kursi tamu tertutup oleh buffet / lemari televisi sehingga aku tidak dapat melihat bagaimana nasib televisi disana.

17:20:00 Sambil tetap mengarahkan kamera aku melangkah keluar. Dan aku tertegun sejenak ketika melihat ruangan telah berubah seperti baru selesai perang. Amburadul. Porak poranda. Hancur lebur. Aku tak sempat menyaksikan satu persatu detailnya karena pikiran ku sudah mulai memerintahkan aku untuk segera turun ke bawah. Dan aku mulai melintasi office hall tempat acara yang tadinya akan dilaksanakan.

17:20:30 Saat mencapai tangga, aku melihat anak tangga sudah dipenuhi dengan bongkahan beton atau batako serta eternit yang berguguran plus sepatu² hak tinggi yang berserakan dimana². Langsung terbayang nasib rekan² wanita yang berjuang menyelamatkan diri. Apakah mereka baik² saja? kalo kulihat tidak ada orang lagi sepanjang tangga. Ku pikir mereka semua sudah selamat sampai diluar gedung.

17:21:00 Tiba dilantai dasar dan kulihat kearah handheld ku .. ya ampun, aku lupa menekan tombol record, sehingga selama perjalanan turun kebawah, camera tidak merekam sama sekali. Buru² aku menekan tombol record dan aku mulai merekam …

Tulisan terkait :
1. Dunia geologi ngebahas soal gempa di Padang.
2. Demi keselamatan apapun dikorbankan.