Tak pernah terbayangkan sebelumnya aku akan terdampar di bandara, ketika ku putuskan untuk kembali ke Padang dari Pekanbaru dengan menggunakan jasa penerbangan karena jalur darat sedang tidak bersahabat jika musim penghujan yang penuh dengan kejutan tanah longsor. Ditambah lagi, pada hari sebelumnya, terdapat 3 korban tewas dijalur tersebut. Memang sih .. satu setengah jam sebelum berangkat, seorang kolega mengatakan kalo pesawat yang akan ku naiki itu paling cepat dua jam lagi baru berangkat.

Pada saat cek in .. sepertinya semua berlangsung normal dan aku langsung menuju lounge yang ada diruang tunggu lantai 2 bandara Sultan Syarif Kasim II. Sekitar jam 13:50 atau sekitar 30 menit sebelum berangkat, pesawat yang akan ku tumpangi mendarat dari Jakarta. Sampai detik tersebut aku berpikir, semua baik-baik saja hingga ku dengar pengumuman agar penumpang naik ke pesawat tujuan ke Batam.

Loh .. koq ke Batam?? segera ku telusuri informasi mengapa yang berangkat bukan ke Jakarta. Belakangan baru ku ketahui bahwa pesawat yang ke Batam seharusnya take off sekitar jam 11, dan karena pesawat mereka rusak, maka begitu pesawat yang dari Jakarta — yang seharusnya balik lagi ke Jakarta — digunakan untuk ke Batam karena sudah delay lebih dari 3 jam.

Selanjutnya .. aku mulai terdampar di bandara. Perbaikan pesawat ex dari Batam tersebut — semula diprediksi hanya 2 jam, sehingga pesawat ke Jakarta delay 2 jam. Tapi .. ternyata teknisi gagal memperbaiki kerusakan karena spare parts yang dibawa dari Jakarta tidak cocok dan harus dibubut ulang .. alamak !! apakah pake spare parts bekas ??

Sampai jam 16:30, tidak ada kepastian apakah aku dapat ke Jakarta atau tidak. Karena pesawat yang membawaku ke Padang akan take off dari Jakarta jam 19:00 .. jadi minimal dari Pekanbaru, aku sudah harus berangkat jam 17:00 .. dan sepertinya harapan ku tidak terkabulkan karena pesawat baru selesai diperbaiki dan take off jam 19:05 dan itu berarti tiba di Jakarta jam 20:35.

Benar saja .. begitu tiba didepan desk pindah pesawat jam sudah menunjukan pukul 21:00, dan mbak yang bertugas mengatakan bahwa pesawat ke Padang sudah berangkat jam 19:30. Dan si mbak mengatakan bahwa aku akan diberangkat kan ke Padang esok harinya, pesawat yang pertama jam 07:45. Alamak !!!

Akhirnya .. aku benar² terdampar di bandara .. tapi, pihak airlines mengambil kebijakan untuk menginapkan kami — waktu itu ku hitung sekitar 40 an orang yang terdampar — untuk menginap di Hotel KChrysan dh.Daan Jaya Jakarta.