Pagi yang cerah. Suara Ronald dan Tika pemandu acara di Jak FM Radio mengisi kabin kendaraan ku. Sepintas ku dengar mereka membicarakan Steve Job, yang ku tahu sudah mengundurkan diri dari Apple karena alasan kesehatan. Aku tidak konsentrasi mendengarkan mereka siaran karena asik dengan iPad2 ku mencari2 yang yang menarik. Sampai akhirnya aku membaca berita di situs Kompas, bahwa creator iPad ku, Steve Job telah tiada. Aku terdiam sejenak.

Steve Job sangat fenomenal. Selama ini aku bermimpi, ingin memiliki gadget yang simpel, bisa mengakomodasi pekerjaan ku, hobby membaca dan menulisku kapan saja dan dimana saja. Selama ini, aku mengandalkan BlackBerry ku untuk melakukannya, yang sebelumnya aku menggunakan Nokia.

Sayang nya kedua “mahluk” itu sering kehabisan napas demi memenuhi keinginan ku dan mengetik cepat sehingga sering hang dan mengesalkan, hingga akhirnya aku menggunakan iPad sekarang, yang sebelumnya aku sempat menjajal Dell Strek dengan android nya yang ternyata tidak untuk memuaskan keinginanku.

Berkat karya dan ide Steve Job, sekarang hidup menjadi lebih mudah. Untuk menjalankan segala aktivitasku. Banyak inspirasi yang lahir dari diri nya .. Seperti kutipan berikut, yang ku peroleh dari BBM sahabat ku :

Steve Jobs commencement speech at Stanford University ini 2005 – his theme : “How to live before your die” …

“Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma – which is living with the results of other people’s thinking. Don’t let the noise of others’ opinions drown out your own inner voice.

And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.”