Beranda

Empat Lima

5 Komentar

Iseng ku tulis kan angka empat lima di ‘mesin pencari’ mbah Gugel untuk mengetahui berapa banyak artikel atau tulisan yang membahas kata empat lima .. hmm, not bad .. ada sekitar 1,6 juta artikel .. tapi ketika yang ku tulis huruf 45, maka yang berhasil dilacak si mbah ada sekitar 2,88 milyar !!! Wow, banyak kali yang ngebahas soal empat lima .. what ever, disini aku cuma ingin meletak kan makna — yang boleh jadi penting, boleh jadi ga penting .. tapi minimal, ada yang ku letak kan kata hari ini disini setelah sekian lama vakum Lagi

Tiga tahun bersama WordPress

18 Komentar

Tiga tahun, tiga kota, tiga peristiwa, tiga kata seperti tiga menguak takdir — Chairil Anwar, Asrul Sani dan Rivai Apin — yang ku letak kan kata di WordPress .. pada tahun pertama berjibaku nge-blog disini. Penuh gairah dan napsu untuk menulis. Dan perlahan, teman baru mulai berdatangan. Saling sapa, saling komentar, saling berbagi pengalaman. Menyenangkan .. seperti berada didunia baru. Dunia maya. Dan aku benar² merasakan sesuatu yang berbeda. Teman² di WordPress terasa berbeda dengan di Blogspot. Disini terasa hangatnya persahabatan sampai kopdar beberapa kali. Lagi

Terdampar di bandara

12 Komentar

Tak pernah terbayangkan sebelumnya aku akan terdampar di bandara, ketika ku putuskan untuk kembali ke Padang dari Pekanbaru dengan menggunakan jasa penerbangan karena jalur darat sedang tidak bersahabat jika musim penghujan yang penuh dengan kejutan tanah longsor. Ditambah lagi, pada hari sebelumnya, terdapat 3 korban tewas dijalur tersebut. Memang sih .. satu setengah jam sebelum berangkat, seorang kolega mengatakan kalo pesawat yang akan ku naiki itu paling cepat dua jam lagi baru berangkat. petualangan

Detik-detik Gempa Padang

17 Komentar

IMG00791-20091001-1402 Hari ini tepat seminggu yang lalu .. apa yang kualami pada tanggal 30 September 2009 tak akan pernah ku lupakan. Tapi, apabila hanya tersimpan didalam benak. Mungkin ada yang terlewatkan sehingga ku putuskan untuk ku letak kan disini, detik demi detik saat berlangsungnya gempa. Selain kata, aku coba akan berusaha untuk memuat foto dan videonya. Semoga WP ini dapat mengakomodasinya. detik menegangkan

Ketika Tuhan memberi ku ..

6 Komentar

Jarum jam ditanganku menunjukan angka lima dan angka tiga, pukul 17:15 ketika aku beranjak dari mejaku keluar menuju office hall yang tepat berada didepan kamar kerjaku. Sore itu, rencananya akan diadakan acara pelepasan pegawai yang mengakhiri masa kerjanya. Pekerjaan ku yang masih beberapa dokumen lagi, ku tinggalkan tergeletak diatas meja dan rencananya akan ku selesaikan usai acara pelepasan tersebut. Gempa 30 September

Menjadi Indonesia

10 Komentar

detikdotcom Beberapa hari belakang ini, harian KOMPAS memuat serial tulisan mengenai perbatasan Indonesia. Kehidupan masyarakat ‘disana’ lebih merasa ‘nyaman’ bertetangga dengan negeri jiran, seperti Malaysia, Singapura, Philipina dan Papua. Kemudian apakah kemudian mereka tidak nasionalis apabila mereka lebih paham berbahasa negeri tetangga dari pada bahasa Indonesia, lebih nyaman berbelanja dengan mata uang Ringgit, Peso ato Dollar Singapura dari pada Rupiah. Lebih men’cintai’ produk luar dari pada produk dalam negeri. Masih pantaskah mereka dipertanyakan dengan rasa nasionalisme pada diri saudara-saudara kita yang hidup diperbatasan tersebut? .. Reportase di Kompas tersebut mudah-mudah dibaca — kalo sempat sih — sama orang² yang merasa memiliki ‘kekuasaan’ untuk merangkul saudara² kita diperbatasan sana. Lagi

Rendra pada suatu ketika …

5 Komentar

deklamasi Berita berpulangnya Rendra keharibaan Illahi ku tahu dari status teman² ku di Facebook. Ingatan ku terpental ke masa silam. Saat aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar, tepatnya kelas 4 SD. Pada suatu ketika, aku didapuk oleh guru ku untuk berdeklamasi untuk membacakan sajak Kerawang Bekasi karya Chairil Anwar pada acara Malam Kesenian yang setiap tahun selalu diadakan sekolah ku. Aku ingat, untuk membacakan sajak tersebut .. selama dua minggu aku mati-matian menghafal kalimat demi kalimat. Karena menurut guru ku, membaca sajak harus dihafalkan dan tidak boleh membawa catatan. Memori

Older Entries Newer Entries