Beranda

Empat Lima

5 Komentar

Iseng ku tulis kan angka empat lima di ‘mesin pencari’ mbah Gugel untuk mengetahui berapa banyak artikel atau tulisan yang membahas kata empat lima .. hmm, not bad .. ada sekitar 1,6 juta artikel .. tapi ketika yang ku tulis huruf 45, maka yang berhasil dilacak si mbah ada sekitar 2,88 milyar !!! Wow, banyak kali yang ngebahas soal empat lima .. what ever, disini aku cuma ingin meletak kan makna — yang boleh jadi penting, boleh jadi ga penting .. tapi minimal, ada yang ku letak kan kata hari ini disini setelah sekian lama vakum Lagi

Iklan

Menjadi Indonesia

11 Komentar

detikdotcom Beberapa hari belakang ini, harian KOMPAS memuat serial tulisan mengenai perbatasan Indonesia. Kehidupan masyarakat ‘disana’ lebih merasa ‘nyaman’ bertetangga dengan negeri jiran, seperti Malaysia, Singapura, Philipina dan Papua. Kemudian apakah kemudian mereka tidak nasionalis apabila mereka lebih paham berbahasa negeri tetangga dari pada bahasa Indonesia, lebih nyaman berbelanja dengan mata uang Ringgit, Peso ato Dollar Singapura dari pada Rupiah. Lebih men’cintai’ produk luar dari pada produk dalam negeri. Masih pantaskah mereka dipertanyakan dengan rasa nasionalisme pada diri saudara-saudara kita yang hidup diperbatasan tersebut? .. Reportase di Kompas tersebut mudah-mudah dibaca — kalo sempat sih — sama orang² yang merasa memiliki ‘kekuasaan’ untuk merangkul saudara² kita diperbatasan sana. Lagi

Iklan Demokrat

19 Komentar

blok.jpg

Aku sebenarnya lagi males banget buat postingan .. beberapa hari ini selain sibuk soal kerjaan, juga persiapan untuk perubahan organisasi. Sehingga sedikit banyak tenaga dan pikiran sudah terkuras sehingga tidak ada cukup waktu lagi untuk menulis di blog. Dan satu lagi .. Facebook juga semakin banyak memakan waktu ku. Tapi, ketika membaca Kompas edisi hari, aku melihat di halaman 11 sebuah iklan partai politik yang membuat ku kaget. Bukan soal partainya atau pesan yang ingin disampaikan .. tapi ada gambar yang mengingatkan pada sesuatu. Iwo Jima

Sang waktu

13 Komentar

blok.jpg

Aku ‘terlempar’ ke masa silam, dalam pusaran kenangan ketika ‘bertegur sapa’ dengan sahabat² lama di dalam situs pertemanan yang baru ku buka. Mulai dari teman semasa sekolah dasar hingga kuliah. Mulai dari teman berdansa dansi hingga memanjat tebing. Mulai dari teman biasa hingga teman yang sangat dekat sekali. Waktu terasa begitu dekat. Dua puluh tahun, tiga puluh tahun sepertinya baru terjadi kemarin. Waktu berjalan

Masih adakah sumpah itu?

19 Komentar

blok.jpg

Ku pejam kan mata. Ku biarkan pikiran ku melayang jauh kemasa silam. Delapan puluh tahun yang lalu. Ketika bule-bule itu masih menjadi tuan ditanah tercinta ini — hmm, apa bedanya dengan pemilik perusahaan jaman sekarang ya? .. ketika anak bangsa hanya bisa oho aja dengan segala sabda sang bule karena merasa sebagai bangsa yang kalah pintar dari si bule itu — hmm, apa bedanya dengan mental jaman sekarang ya? .. ketika negeri ini, merasa bahasa londo lebih terpelajar dari bahasa daerah pada waktu itu — hmm, lagi² apa bedanya dengan bahasa jaman sekarang ya? Sumpah itu seperti tiada

Jakarta tempo doeloe

22 Komentar

blok.jpg

Akhir 1973, liburan kenaikan kelas — Sebelum 1978, tahun ajaran baru di mulai pada bulan Januari dan selesai Desember — Untuk pertama kali aku diajak orang tua ku ke Jakarta. Saat itu, aku duduk di kelas 2 SD. Senang sekali rasanya. Karena aku akan berkesempatan melihat televisi Indonesia untuk pertama kali. Maklum .. kota Pontianak waktu itu belum ada televisi. Kalo pun ada, yang bisa ditangkap hanya siaran RTM (Radio Television Malaysia) dan aku ke Jakarta dengan menggunakan pesawat DC-3 alias Dakota seperti pesawat pertama ibu pertiwi. Ulang Tahun Jakarta

Nero

30 Komentar

blok.jpg

Begitu membaca kata tersebut diatas, apa yang terlintas dalam benak mu ? .. Boleh jadi, ada tiga kemungkinan yang terlintas, yang pertama terlintas — dan boleh jadi lebih populer dari yang lainnya — adalah Kaisar Nero yang pada tanggal 13 Juli 64, membakar kota Roma dengan alasan untuk menimpakan kesalahan kepada para penganut Kristen dan melakukan pembunuhan massal terhadap mereka. Lebih dari 100 ribu warga Roma menjadi korban kekejaman Kaisar Nero tersebut. Dan empat tahun kemudian — tepatnya pada 8 Agustus 68 — Nero meninggal dunia pada usianya ke 31 tahun karena bunuh diri. Sebelumnya, Nero telah meracuni ayah angkatnya Claudius Pertama dan dia kemudian menggantikan kedudukan ayah angkatnya itu sebagai Kaisar Romawi. Selama masa pemerintahannya yang kuat, Nero telah membunuh banyak orang terdekatnya, seperti ibunya, istrinya, dan saudaranya sendiri, dan bangsawan-bangsawannya. Kaisar berhati kejam ini juga melakukan pembunuhan massal orang-orang Kristen dan membakar kota Roma. Kekejamannya ini menimbulkan berbagai gerakan pemberontakan sampai akhirnya, menjelang kemenangan para pembrontak, Nero mengakhiri sendiri kehidupannya. Nero yang kedua

Older Entries