KU LETAK KAN KATA DISINI

Hidup setelah mati

Minggu, 18 Mei, 2008 · & Komentar

blok.jpg

Berita berpulangnya aktor senior akibat kecelakaan motor gede (moge) yang dikendarainya di jalur Ngawi-Solo telah memenuhi blogsphere dan media-media kemaren dan hari ini. Sementara, dibelahan bumi sana, Syesha Mercado harus pulang dari panggung American Idol musim ke tujuh, menyisakan pertarungan David VS David. Belum lagi berita, pulangnya harga minyak bersubsidi kembali ke harga minyak dunia. Dan kabar belum kembali pulangnya piala Uber dan Thomas ke pangkuan ibu pertiwi. Semuanya, seperti antri untuk dibaca satu per satu. Belum lagi, postingan-postingan baru teman-teman — yang syukurnya belakangan cuma ada 2 topik hangat yaitu SMS Merah dan film ML — yang tidak perlu aku baca, karena intinya semua sama.

Terasa begitu hiruk pikuk .. dan kemudian sepi ketika semua harus kembali tiada. Seperti kutipan puisi Chairil Anwar — yang belakangan dikutip oleh salah satu bos partai di Indonesia — sekali berarti, setelah itu mati .. So, setelah mati, apakah masih ada kehidupan??

Mungkin sebagian orang percaya, dan sebagian lagi tidak. Begitu juga dengan kehidupan .. ada yang membiarkan hidup berlalu begitu saja tanpa arti. Tapi ada juga, berusaha mati-matian memberi arti pada kehidupan sebelum mati. Apakah itu mati muda atau hidup seribu tahun lagi.

Aku jadi teringat dengan ucapan seseorang — sungguh, aku lupa siapa yang mengatakannya dan dimana — bahwa “Lebih baik percaya bahwa ada kehidupan setelah mati (Tuhan beserta surga dan neraka) dari pada tidak percaya. Karena ketika kita mati, kemudian hal tersebut tidak ada .. kita tidak rugi apa-apa. Tapi ketika kita mati, dan ternyata kehidupan setelah mati itu ada .. kita akan menyesal”

Terlepas dari segala macam pendapat dan perbedaan tersebut diatas? apa yang telah kamu perbuat bagi memberi arti pada kehidupan ini? Apakah menjadi ‘beban’ orang lain — baik keluarga maupun bukan — atau kah menjadi penolong orang lain — lewat perbuatan yang tidak membuat orang lain menjadi susah?

Kategori: Hari yang kulalui
yang berkaitan: , ,

29 tanggapan so far ↓

  • Idol » Hidup setelah mati // Minggu, 18 Mei, 2008 pada 14:25

    [...] unknown wrote an interesting post today on Hidup setelah matiHere’s a quick excerpt Berita berpulangnya aktor senior akibat kecelakaan motor gede (moge) yang dikendarainya di jalur Ngawi-Solo telah memenuhi blogsphere dan media-media kemaren dan hari ini. Sementara, dibelahan bumi sana, Syesha Mercado harus pulang dari panggung American Idol musim ke tujuh, menyisakan pertarungan David VS David. Belum lagi berita, pulangnya harga minyak bersubsidi kembali ke harga minyak dunia. Dan kabar belum kembali pulangnya piala Uber dan Thomas ke pangkuan ibu pertiwi. Semuanya, sepert [...]

  • reza // Minggu, 18 Mei, 2008 pada 14:43

    Sekarang kayaknya dah ga zaman lagi ya bang … pertamax?! :D
    ————————–

    Pertamax sudah Rp.9.100,- per liter .. nyaris 1 dollar .. wow, ga pernah terbayangkan deh :) .. ntar lagi Premium juga bakal nyusul tuh.

  • petak // Minggu, 18 Mei, 2008 pada 14:45

    Gajah mati meninggalkan gading,
    Harimau mati meninggalkan belang.

    Bisa jadi ini juga beban om …
    —————————

    Boleh jadi begitu dik :)

    Hutang .. ahli warisnya kudu menyelesaikan .. kalo hartanya banyak sih gpp ya. Kasihan buat ahli warisnya, jika harta sudah tidak ada, mesti nanggung beban hutang pula :(

  • reza // Minggu, 18 Mei, 2008 pada 14:47

    Saya yakin … klo orang ditanya “kamu siap mati belum?” … saya yakin jawabnya belum!!!

    Trus kapan siap nya?!
    *merenung…*
    —————————

    Hal yang sama pernah abang diskusikan dengan seorang ustadz .. abang bertanya : “Bukankah, pak ustadz merindukan bertemu dengan Allah?? jika sekarang dipanggil Allah, apakah bapak sudah siap?? … menurut ustadz tersebut, beliau belum siap untuk meninggal.

    Abang sempat kaget. Bayangkan .. orang yang alim saja, belum siap .. apalagi yang banyak dosanya. Dari situ diskusi berkembang, bukan soal takut atau berani mati, tapi pada kesiapan bertemu dengan Sang Khaliq ..

    Seperti halnya ketika kita mau bertemu dengan pejabat penting .. tentu perlu persiapan dulu — mulai dari penampilan sampai bahan yang akan dibicarakan — biar ketika bertemu pejabat tersebut tidak malu-maluin. Begitu kira-kira beliau memberikan perumpamaan.

  • Nayantaka // Minggu, 18 Mei, 2008 pada 15:17

    Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun,

    Cukup sudah menjadi patokan bagi hidup saya Bang. Tinggal sekarang mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk pulang …
    —————————

    Setuju banget .. bekal agar tidak menyulitkan orang yang kita tinggalkan dan sangat berguna untuk perhitungan di akhirat nanti.

  • edratna // Minggu, 18 Mei, 2008 pada 16:15

    Innalillahi wa inna illaihi rojiun.

    Semoga Allah swt mengampuni segala dosanya dan menerima amal baiknya. Amien.
    —————————

    Amin.

  • det // Minggu, 18 Mei, 2008 pada 16:33

    Wah … ucapan seseorang itu kok seperti telor di ujung tanduk ya pak? … berkeyakinan tetapi dengan spekulasi ..

    Bukankan ada perintah “udkhulu fis silmi kaaaffah!”
    —————————

    Benar pak ..

  • Donny Reza // Minggu, 18 Mei, 2008 pada 17:43

    *ngacung*
    Saya pernah bilang seperti itu, meskipun saya yakin bukan saya yang bapak maksud :lol:

    Btw, soal American Idol, kayaknya lebih seru kalau misalkan David vs Goliath :lol:
    —————————

    Ya ya .. memang bukan kamu koq :mrgreen:

    *nyari-nyari daftar peserta AI yang bernama Goliath*

  • zoel chaniago // Minggu, 18 Mei, 2008 pada 18:43

    Ya begitulah hidup dan kehidupan :D
    ————————–

    Jadi … kasi daaaa :mrgreen:

  • cK // Minggu, 18 Mei, 2008 pada 23:30

    Saya tidak menyangka … Sophan Sophiaan harus pergi secepat itu. Memang garis nasib seseorang ditentukan oleh Yang di-Atas.
    —————————

    Iya cK .. abang juga kaget, ketika Sabtu pagi sedang leha-leha sambil nonton berita di TV, dikejutkan dengan berita berpulangnya Sophan Sophian.

  • Yoga // Senin, 19 Mei, 2008 pada 8:01

    Saya juga tahu kalimat itu, tapi siapa ya yang mengatakan … aih lupa :(

    Saya juga pernah baca Bang, sejak manusia lahir hingga meninggal — bahkan kelak di akhirat — ia akan terus menerus disucikan oleh-Nya.

    Kematian adalah salah satu bentuk penyucian, sakit ketika sakratul maut diyakini menghapus sebagian dosa-dosa. Adalah seorang nabi Musa as, ketika ditanya bagaimana sakitnya ketika sakratul maut, beliau menjawab: “Sakitnya sama dengan dikuliti hidup-hidup”

    MasyaAllah itu yang seorang nabi, bagaimana dengan yang bukan?

    Maafkan saya bersemangat pagi ini. Setidaknya dengan adanya kehidupan setelah mati, jangan sampai membuat manusia terlalu berduka, selalu ada harapan untuk bertemu kembali dengan orang-orang yang dikasihi, sekarang masalahnya adalah bagaimana mengupayakan pertemuan yang baik dan terutama mengupayakan kehidupan yang baik di akhirat kelak.

    Saya turut berduka atas wafatnya salah satu putra terbaik bangsa Indonesia, Sophan Sophian, semoga hilang satu tumbuh seribu!

    Terima kasih telah mengingatkan kami tentang amalan hidup di dunia ini dan insyaAllah kelak kita semua termasuk orang-orang yang meringankan beban saudaranya yang lain. Amien ya Rabbal Alamien.
    —————————-

    Astagfirullah .. semoga Allah mengampunkan dosa-dosa kita, dan kita dapat memperbaiki diri dan memperbanyak amal sebelum dipanggil oleh-Nya untuk mempertanggung-jawabkan semua perbuatan kita.

  • itikkecil // Senin, 19 Mei, 2008 pada 9:51

    Untung saya gak bikin tulisan tentang SMS merah dan film ML :lol:
    ————————–

    Yups .. makanya, saya masih jalan-jalan ke tempat nya mbak Ira .. btw, gimana dengan kompi baru dan camera barunya .. masih tetap dipake kan??
    *berharap dapat limpahan bekasnya*

  • Anggara // Senin, 19 Mei, 2008 pada 9:56

    Hmmh, hidup setelah mati yaa, sebenarnya secara ilmiah *kalau disambung-sambungin* ada loh, seperti kalau kita mati jasad kita terurai dan menjadi mikro organisme yang hidup :D
    ————————–

    *ngakak* Hahaha :lol:

    Saya membayangkan, saya menjelma jadi mikro organisme trus nemplok di makanan yang akan disantap mas Anggara .. aya-aya wae :lol:

  • ulan // Senin, 19 Mei, 2008 pada 10:16

    Motor nya segede gaban gimana enggak remek ..
    turut berbela sungkawa ..
    —————————

    *mengheningkan cipta*

  • daeng limpo // Senin, 19 Mei, 2008 pada 11:29

    Turut Belasungkawa
    ————————–

    *menunggu giliran*

  • ManusiaSuper // Senin, 19 Mei, 2008 pada 11:57

    Kita disuruh nyiapin mati, tapi jujur juga, kalau ditanya sekarang, saya belum siap dan tidak tau siap mati itu seperti apa ..

    Kapan ke Banjarmasinnya bang? Kontak saja kalau ada perlu atau pengen ketemu.
    —————————

    Pertanyaan yang bagus .. siap mati itu seperti apa? Nanti abang coba cari jawaban pada rumput yang bergoyang :mrgreen:

    Insya Allah dalam minggu ini, jadwalnya nunggu kepastian dari big boss. Sudah dua kali di cancel .. ya, nanti kalo jadi kesana, abang kabari .. ok.

  • Rindu // Senin, 19 Mei, 2008 pada 13:54

    Saya pernah mendengar bahwa kita akan mati ditempat dimana kita biasa berada

    Misalnya sang Sophan Sophian ini meninggal di tengah semangatnya akan nasionalist, ustadz yang meninggal pada saat ceramah, atau seseorang yang mati ditempat maksiat …

    Iya, katanya kita akan mati ditempat mana kita biasa berada, saya ingin menjadikan sajadah tempat dimana saya biasa berada …. amin ya ALLAH.
    —————————-

    Pengamatan yang menarik, dan membuat saya siap-siap menentukan tempat seperti apa saya ingin meninggal nantinya.

    *ide mbak Rindu sangat bagus*

  • tukangobatbersahaja // Senin, 19 Mei, 2008 pada 15:37

    Semoga diterima di sisi Nya dan yang ditinggalkan diberi ketabahan untuk menjalaninya. Amin
    ————————–

    *berdoa*

  • Nazieb // Senin, 19 Mei, 2008 pada 18:23

    “Lebih baik percaya bahwa ada kehidupan setelah mati (Tuhan beserta surga dan neraka) dari pada tidak percaya. Karena ketika kita mati, kemudian hal tersebut tidak ada .. kita tidak rugi apa-apa. Tapi ketika kita mati, dan ternyata kehidupan setelah mati itu ada .. kita akan menyesal”

    So inspiring..

    Biarlah engkau lupa siapa yang berkata..
    Tapi aku akan ingat tentang kau yang berwasiat..

    *halah..*
    —————————–

    Ya pak .. saya juga menemukan kata-kata yang pas untuk menjelaskan ’sesuatu’ pada orang yang tidak percaya akan Tuhan (atheis) atau orang yang memaksakan ’sesuatu’ keyakinan pada orang lain.

  • Mas Koko // Senin, 19 Mei, 2008 pada 18:32

    Ga’ nyangka secepat itu :)
    ————————–

    *membayangkan kecepatan moge*

  • aminhers // Senin, 19 Mei, 2008 pada 22:59

    Mati adalah syarat menuju syurga atau neraka ..
    ————————–

    Benar pak .. tanpa mati, kita tidak akan pernah tahu akhirat (surga dan neraka) dan hanya akan menjadi wacana saja ketika kita masih hidup.

  • RawkchitecT // Selasa, 20 Mei, 2008 pada 6:58

    Makanya jangan berlebih-lebihan!!! yang sewajarnya ajalah ..

    Kita memang gak tau kapan maut menjemput .. tapi mati terhormat kan sebuah pilihan .. *aneehh!! saya dapat kata-kata darimana y??*
    —————————

    Kata-katanya keren pak .. mati terhormat adalah pilihan .. hmm, jadi ingat seperti kata-kata sebuah iklan ..

  • rumahkayubekas // Selasa, 20 Mei, 2008 pada 7:50

    .. hidup setelah mati.
    Ya tentu saja kita harus meyakininya.
    —————————

    Selain diyakini, tentu juga harus dijalani :)

    Btw .. lama bener kang, ga kelihatan .. sibuk dengan baksos ya? salut .. semoga tetap semangat dan selalu dilimpahkan rahmat-Nya.

  • Yoyo // Selasa, 20 Mei, 2008 pada 7:52

    Kematian adalah gerbang pembatas antara alam fana dan alam kekal, semua jiwa yang telah dihembuskan ruh, akan melewati gerbang ini …
    ————————–

    Semoga ‘pintu gerbang’nya dibukakan ya pak .. soalnya, kalo ‘pintu gerbang’nya ga dibukakan alias tertutup .. hiiiii, ntar jadi arwah penasaran :evil: hehehe

  • Citra Dewi // Selasa, 20 Mei, 2008 pada 13:45

    Klo ngga salah … itu perkataanya Pascal tentang kans berekeningen ataw (teori hitung kemungkinan).

    Semoga tulisan ini menyadarkan kita untuk ngga tinggi hati, lupa daratan dan menginjak hak-hak orang … terutama orang lemah.

    Karena segala sesuatu ada kesudahannya. Dan apa yang kita tanam akan kita tuai. Ini adalah hukum alam yang juga berlaku bagi kita manusia.
    —————————-

    Terima kasih info-nya mbak .. seingatnya saya, yang mengatakan itu seorang wanita mbak.

    Saya setuju bahwa segala sesuatu ada kesudahannya. Tidak ada pesta yang tidak berakhir. Matahari setelah terbit akan terbenam. Ada awal ada akhir. Semoga kita menjadi orang yang selalu diberikan petunjuk oleh-Nya. Amin.

  • arie // Selasa, 20 Mei, 2008 pada 21:53

    Kalo kata mas-mas Dream Theatre ,

    “……………..
    I may never find all the answers
    I may never understand why
    I may never prove
    What I know to be true
    But I know that I still have to try

    If I die tomorrow
    I’d be allright
    Because I believe
    That after we’re gone
    The spirit carries on
    ………………”

    Sama dengan mereka, segenap hati dan akal ku sih sudah sepakat kalau ada kehidupan itu nantinya, dan itulah kehidupan yang abadi.

    Yang harus dilakukan dalam kehidupan sekarang … cuma menyiapkan diri sebaik-baiknya, berusaha mencintaiNya untuk mendapatkan cintaNya, entah surga atau neraka yang akan kudapat, biarlah itu menjadi urusanNya :-)
    —————————-

    Saya sepakat mbak, biarlah itu menjadi urusan-Nya. Kita jalani saja kehidupan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan berprasangka buruk pada-Nya. Karena dia Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang.

  • mataharicinta // Kamis, 22 Mei, 2008 pada 15:43

    Wah, jadi merinding baca komentnya rindu …

    Tempat neng dimana ya saat kembali nanti ? .. ah, mumpung masih ada umur, sebaiknya introspeksi diri banyak-banyak. Bukan begitu kan ya bang?
    —————————

    Yups .. abang juga setuju untuk selalu menginstrospeksi diri. Tidak menganggap abang lebih pintar dari yang lainnya, abang lebih hebat dari yang lainnya dan sebagainya.

    Karena .. dengan demikian abang merasa untuk selalu memperbaiki diri terus menerus. Insya Allah, kita akan meninggal dalam keadaan khusnul khatimah. Amin.

  • harriansyah // Sabtu, 24 Mei, 2008 pada 21:06

    Sama kaya di atas saya ..

    Jadi sama kaya bang Erander nih … terpikir untuk menentukan tempat biasanya dimana :D
    —————————

    Yang pasti, hindari tempat² maksiat.

  • Mas Exo // Kamis, 5 Juni, 2008 pada 10:13

    MAU MATI SEKARANG???

    Katanya masih ada keinginan yang blom terwujud .. trus kapan ya siapnya?? Pa kalo udah sakit-sakitan n ga bisa diobati hehehe …

    Kapanpun, bukankah udah da yang ngatur. Yaa … siap ja!!! Kapapun, ntar juga pasti akan mati kok, iya kan?

    Tinggal gimana kita manfaatin waktu sebelum ajal datang, bukan begitu bang?
    ————————–

    Begitu !! .. kapan pun memang kita harus siap.
    *jadi ingat lagu Demi Masa-nya Raihan*

Tinggalkan Komentar